Kamis
14 Mei 2026 | 3 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Amithya Apresiasi Upaya Lesbumi Revitalisasi Topeng Menak

pdip jatim 250812 topeng menak 1

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita ambil bagian dalam mendorong upaya revitalisasi Topeng Menak, kesenian tradisi di Malang yang nyaris punah.

Hal itu diungkapkan Amithya saat menghadiri pertunjukan ‘Burak Bawana Menak’ yang digelar Lesbumi Kota Malang pada Sabtu malam (9/8/2025) di Pesantren Budaya Karanggenting, Merjosari Kota Malang.

Amithya menekankan pentingnya upaya pelestarian kesenian tradisional seperti Wayang Topeng Menak yang kini eksistensinya mulai jarang dikenal generasi muda.

Tak hanya Wayang Topeng Menak, kata dia, Kota Malang juga memiliki banyak kekayaan budaya yang belum tersentuh dan kurang dikenal masyarakat.

Mayoritas, lanjut Mia, sapaan akrabnya, masyarakat hanya mengenal kesenian yang populer di media atau kegiatan tertentu, seperti bantengan. Namun pada kesenian lain yang memiliki nilai sejarah tinggi justru kurang mendapat perhatian.

”Sebetulnya di Kota Malang ini banyak sekali budaya-budaya boleh dibilang mulai terlupakan. Apalagi, kalau dari klasifikasi umur, banyak anak muda yang tidak paham tentang budaya ini. Seperti Wayang dan Topeng Menak ini perlu kita lestarikan,” ujar Amithya kepada pewarta media ini, Selasa (12/8/2025).

Sebab itu, politisi PDI Perjuangan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Lesbumi yang sejak 2019 telah melakukan riset dan membentuk kelompok untuk melestarikan Topeng Menak.

Wayang Topeng Menak menurut, Mia, sapaan akrab Amithya, adalah sebuah nafas kebudayaan Malang.

Dalam catatan etnografi penulis Belanda, Mbah Reni disebut sebagai legenda Topeng Malangan di abad ke-19.

Kemudian berkembang dan lahir Topeng Menak, yang bersumber dari Serat Menak Epos Amir Hamzah, berpadu indah dengan unsur budaya dan tradisi Jawa.

”Saya berharap Wayang Topeng Menak semakin dikenal, semakin dicintai, dan mampu menjadi inspirasi dan kebanggaan Kota Malang, juga simbol kekuatan budaya Indonesia di mata dunia,” harap Mia.

Saat ini, lanjut dia, Pemkot Malang sudah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan, sebagai payung hukum pelestarian dan pengembangan warisan budaya daerah.

Melalui perda ini, diharapkan muatan kebudayaan, termasuk kesenian lokal seperti Wayang Topeng Menak, dapat terintegrasi dalam kurikulum sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, untuk memastikan generasi muda mengenal, memahami, dan mencintai kebudayaannya sendiri sejak dini,” tegasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...