Minggu
28 Juni 2026 | 12 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Amithya Apresiasi Upaya Lesbumi Revitalisasi Topeng Menak

pdip jatim 250812 topeng menak 1

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita ambil bagian dalam mendorong upaya revitalisasi Topeng Menak, kesenian tradisi di Malang yang nyaris punah.

Hal itu diungkapkan Amithya saat menghadiri pertunjukan ‘Burak Bawana Menak’ yang digelar Lesbumi Kota Malang pada Sabtu malam (9/8/2025) di Pesantren Budaya Karanggenting, Merjosari Kota Malang.

Amithya menekankan pentingnya upaya pelestarian kesenian tradisional seperti Wayang Topeng Menak yang kini eksistensinya mulai jarang dikenal generasi muda.

Tak hanya Wayang Topeng Menak, kata dia, Kota Malang juga memiliki banyak kekayaan budaya yang belum tersentuh dan kurang dikenal masyarakat.

Mayoritas, lanjut Mia, sapaan akrabnya, masyarakat hanya mengenal kesenian yang populer di media atau kegiatan tertentu, seperti bantengan. Namun pada kesenian lain yang memiliki nilai sejarah tinggi justru kurang mendapat perhatian.

”Sebetulnya di Kota Malang ini banyak sekali budaya-budaya boleh dibilang mulai terlupakan. Apalagi, kalau dari klasifikasi umur, banyak anak muda yang tidak paham tentang budaya ini. Seperti Wayang dan Topeng Menak ini perlu kita lestarikan,” ujar Amithya kepada pewarta media ini, Selasa (12/8/2025).

Sebab itu, politisi PDI Perjuangan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Lesbumi yang sejak 2019 telah melakukan riset dan membentuk kelompok untuk melestarikan Topeng Menak.

Wayang Topeng Menak menurut, Mia, sapaan akrab Amithya, adalah sebuah nafas kebudayaan Malang.

Dalam catatan etnografi penulis Belanda, Mbah Reni disebut sebagai legenda Topeng Malangan di abad ke-19.

Kemudian berkembang dan lahir Topeng Menak, yang bersumber dari Serat Menak Epos Amir Hamzah, berpadu indah dengan unsur budaya dan tradisi Jawa.

”Saya berharap Wayang Topeng Menak semakin dikenal, semakin dicintai, dan mampu menjadi inspirasi dan kebanggaan Kota Malang, juga simbol kekuatan budaya Indonesia di mata dunia,” harap Mia.

Saat ini, lanjut dia, Pemkot Malang sudah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan, sebagai payung hukum pelestarian dan pengembangan warisan budaya daerah.

Melalui perda ini, diharapkan muatan kebudayaan, termasuk kesenian lokal seperti Wayang Topeng Menak, dapat terintegrasi dalam kurikulum sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, untuk memastikan generasi muda mengenal, memahami, dan mencintai kebudayaannya sendiri sejak dini,” tegasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Kicau Mania: Ketika Kicauan Burung Menjadi Simbol Maskulinitas Mas-Mas Jawa

Oleh Yusril Ihza Fauzul Adhim* BELAKANGAN ini lagu Kicau Mania, yang dibawakan Ndarboy Genk dan Banditoz Yaow 86, ...
KOLOM

Bulan Bung Karno: Jangan Biarkan Menjadi Sekadar Seremoni

Oleh Nasrullah SETIAP bulan Juni, keluarga besar PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno. Rangkaian kegiatan ...
KABAR CABANG

Pemkot Madiun Apresiasi Turnamen Catur PDIP, Dinilai Gerakkan UMKM dan Lahirkan Atlet Berprestasi

Pemkot Madiun mengapresiasi Open Turnamen Catur Piala Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun karena dinilai mampu ...
KABAR CABANG

Tebar 15 Ribu Benih Ikan Nila di Waduk Bendo, PDIP Ponorogo Dorong Pelestarian Ekosistem dan Ketahanan Pangan

PONOROGO – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Ponorogo menggelar kegiatan penebaran 15 ...
KRONIK

Peternak Ayam Petelur Tertekan, Sonny Dorong Kementan Lakukan Langkah-Langkah Bantuan

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Batu Gelar Turnamen Catur, Tanamkan Pola Pikir Strategis ala Bung Karno

DPC PDI Perjuangan Kota Batu menggelar Turnamen Catur Piala Bung Karno 2026 sebagai upaya membumikan nilai ...