SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah minta pemerintah kota menempel hasil pemutakhiran data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pemutakhiran data MBR itu diperkirakan rampung pekan depan di masing-masing kantor kelurahan maupun kecamatan.
Setelah data MBR dìverifikasi, jelas Khusnul, lalu dituangkan dalam surat keputusan. Selanjutnya data-data tersebut bisa ditempel di masing-masing kantor kelurahan atau kecamatan.
“Dengan demikian masyarakat yang masuk sebagai MBR bisa mengetahuinya dan masyarakat tersebut berhak mendapatkan intervensi program dari Pemkot Surabaya,” kata Khusnul, Kamis (17/10/2019).
Keuntungan lainnya bila data MBR tersebut ditempel di kantor kelurahan/kecamatan adalah masyarakat turut memantau dan memastikan bahwa anggaran yang dikucurkan Pemkot Surabaya tepat sasaran.
Begitu pula bila dari data tersebut masyarakat mengetahui ada data MBR yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya atau kategori mampu namun masuk sebagai MBR, maka masyarakat bisa segera melaporkan kepada kelurahan agar data tersebut dikeluarkan dari database MBR.
“Intinya publik perlu mengetahui dan turut memastikan siapa saja yang berhak masuk MBR,” ujar Wakabid Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.
Untuk itu, pihaknya mendorong Pemkot Surabaya bisa mempublikasikan data MBR tersebut dan memastikan intervensi pemkot sesuai harapan masyarakat Surabaya. Selain itu, kata dia, aplikasi e-pemutakhiran data dapat diakses dan di-update minimal per triwulan.
Diketahui data MBR yang baru juga menjadi acuan intervensi bantuan bagi warga penerima Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) pusat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Ery Cahyadi sebelumnya mengatakan pihaknya memastikan pemutakhiran data MBR akan rampung pekan depan.
“Rencananya Senin (21/10) akan ditandatangani. Nanti bisa dilihat data MBR terdiri dari berapa KK (kepala keluarga), dari KK itu juga dilihat berapa umur produktif, yang bekerja berapa,” katanya.
Pemkot Surabaya saat ini sedang melakukan pemutakhiran data MBR agar penerima bantuan PBI itu benar-benar tepat sasaran. Dia berharap dengan data tersebut, warga yang tergolong mampu tidak masuk dalam data MBR.
Data MBR di Surabaya sebelumnya mencapai 799.540 jiwa, terdiri dari 325.226 KK. Dari dasar data itu, pemkot memberikan beberapa intervensi bantuan kepada warga. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











