Jumat
17 April 2026 | 4 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ada Indikasi Aparat Tak Netral di Pemilu 2024, Hasto: Akan Muncul Gerakan Arus Balik dari Masyarakat

pdip-jatim-240210-sekjen

BLITAR – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, di Jawa Timur ada indikasi aparat penegak hukum terlibat penggalangan dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 2 secara masif.

Hal itu disampaikan Hasto Kristiyanto, usai mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri nyekar Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jumat (9/2/2024).

Menurut Hasto, pihaknya telah bertemu dan mendapat laporan dari seluruh pimpinan struktural partai PDI Perjuangan di wilayah Jawa Timur bahwa terdapat indikasi tidak netralnya aparat penegak hukum.

Baca juga: Hasto Optimis Pasangan Ganjar-Mahfud Juga Akan Menang di Kawasan Tapal Kuda Jatim

“Bahwa disampaikan ada pergerakan masif yang dilakukan oleh oknum Polri dan juga TNI. Ada beberapa operasi khusus yang bertujuan untuk mengintimidasi kepala daerah,” ungkapnya.

Hasto memberi contoh yang terjadi di Sidoarjo, ada indikasi terjadinya operasi khusus dengan menyandera Bupati Sidoarjo dan dipaksa untuk memberikan dukungan ke paslon 02. Menurutnya hal serupa juga terjadi di Gresik.

Selain itu, lanjut dia, juga ada upaya dari Polri untuk mengundang kepala dinas, kepala desa dan lain sebagainya, agar mendukung paslon 02.

“Mereka ditekan dengan cara dicari kelemahannya, yang kemudian diintimidasi dan dipaksa untuk mendukung paslon tertentu. Bahkan juga ada opsus-opsus yang bertujuan memenangkan partai tertentu dengan memberikan target 200 sampai dengan 300 suara per desa,” terang Hasto.

Meski demikian, pihaknya tetap meyakini bahwa kekuatan kebenaran rakyat tidak bisa dibungkam dan dikendalikan oleh kekuatan apapun. Sehingga kedepan dia percaya justru akan muncul pergerakan arus balik dari masyarakat.

“Maksudnya yakni masyarakat yang berani menyuarakan kebenaran, begitu juga termasuk TNI dan Polri yang masih memegang teguh prinsip netralitas, pasti akan bergerak dan membuat kekuatan arus balik yang besar,” jelasnya.

Kekuatan arus balik itu, urai Hasto, contohnya adalah sudah mulai adanya pernyataan sikap yang dilakukan oleh guru besar dari banyak universitas.

Menurut Hasto, bahwa guru besar memiliki dasar ilmu pengetahuan yang jelas sehingga memiliki kapabilitas untuk berbicara pada ruang atau mimbar bebas menyampaikan kritik terhadap kondisi kebangsaan terkini yang sedang terjadi.

“Guru besar itu bertindak berdasarkan ilmu pengetahuan itu sendiri, yang juga berdasarkan pada moral dan etika. Sehingga perguruan tinggi tidak bisa dibungkam oleh kekuatan apapun dan manapun. Sama dengan rakyat,” pungkasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...