Sabtu
30 Mei 2026 | 1 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Abrari: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Kunci Wujudkan Kenyamanan Ruang Publik

pdip-jatim-250203-abrari

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Abrari, menyoroti fenomena pemagaran beberapa fasilitas publik di Bangkalan ataupun Pamekasan.

Pasalnya, pemagaran area fasum dengan alasan tertentu tersebut menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Terkait ini, Abrari menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola ruang publik. Namun, yang perlu dicermati adalah alasan di balik pemagaran tersebut.

“Harus dilihat alasan kenapa dipagar. Dugaan saya, ini dilakukan supaya masyarakat tidak seenaknya sendiri, terutama dalam hal menjaga kebersihan. Tapi di sisi lain, ini juga menyangkut fasilitas umum. Jika tidak dipagar, ada risiko fasilitas dicuri atau dirusak,” ungkap Abrari, Selasa (4/2/2025).

Menurut legislator asal dapil XIV Jatim tersebut, ada dua aspek utama yang perlu diperhatikan dalam kebijakan ini.
Pertama, pemerintah kabupaten harus memastikan bahwa pemagaran dilakukan atas dasar keamanan dan kenyamanan.
Aktivitas yang ada di bawah pengawasan Pemkab, harus dikelola dengan baik agar tetap sesuai dengan fungsi ruang publik.

Kedua, masyarakat harus tetap diberikan akses yang layak tanpa merasa terkekang. Abrari menilai bahwa pengelolaan ruang publik tidak cukup hanya dengan pembatasan, tetapi harus diiringi dengan edukasi dan kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas umum.

“Masyarakat Madura harus membuktikan bahwa kita mampu menjaga fasilitas publik tanpa harus ada pagar. Narasi bahwa orang Madura tidak bisa menjaga ruang publik harus dilawan dengan tindakan nyata. Jangan sampai ada persepsi yang terbalik bahwa kita tidak peduli terhadap fasilitas umum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abrari juga menekankan pentingnya dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat agar tercipta solusi bersama yang lebih efektif.

Menurutnya, duduk bersama dan mencari jalan keluar akan lebih baik daripada sekadar membangun pagar tanpa menyelesaikan akar permasalahan.

“Melawan narasi negatif tidak cukup hanya dengan berbicara. Harus ada tindakan nyata. Budaya tanggung jawab harus ditanamkan agar ruang publik bisa tetap terbuka, aman, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Pra-event Soekarno Fun Run 2026, Ketika Jalanan Jember Dipenuhi Langkah Anak Muda

Puluhan anak muda memadati pra-event Soekarno Fun Run 2026 di Jember. Bukan sekadar olahraga, lari kini menjadi ...
KRONIK

Pentas Teater “Mega-Mega”, Awali Rangkaian Perayaan Bulan Bung Karno di Ngawi

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi riuh dengan puluhan anak muda pada Jumat (29/5/2026) ...
KABAR CABANG

Bantuan DPD PDIP Jatim, Kurban di Kota Blitar Jangkau Lebih Banyak Warga

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada masyarakat Sukorejo pada Idul Adha ...
KRONIK

32 Raperda Tulungagung Macet, Bapemperda DPRD Dorong Pemkab Lakukan Percepatan

TULUNGAGUNG – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Tulungagung mendorong pemerintah ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Se- Kabupaten Probolinggo Diminta Perkuat Kerja Kerakyatan hingga Desa

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kepengurusan PAC PDI Perjuangan Se-Kabupaten Probolinggi mesti bersinergi dengan DPC dan ...
KABAR CABANG

Meniupkan Spirit Anti Kolonialisme Tari Glipang di Pelantikan PAC Se-Kabupaten Probolinggo

KABUPATEN PROBOLINGGO – Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Probolinggo yang digelar ...