SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Abrari, menyoroti fenomena pemagaran beberapa fasilitas publik di Bangkalan ataupun Pamekasan.
Pasalnya, pemagaran area fasum dengan alasan tertentu tersebut menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Terkait ini, Abrari menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola ruang publik. Namun, yang perlu dicermati adalah alasan di balik pemagaran tersebut.
“Harus dilihat alasan kenapa dipagar. Dugaan saya, ini dilakukan supaya masyarakat tidak seenaknya sendiri, terutama dalam hal menjaga kebersihan. Tapi di sisi lain, ini juga menyangkut fasilitas umum. Jika tidak dipagar, ada risiko fasilitas dicuri atau dirusak,” ungkap Abrari, Selasa (4/2/2025).
Menurut legislator asal dapil XIV Jatim tersebut, ada dua aspek utama yang perlu diperhatikan dalam kebijakan ini.
Pertama, pemerintah kabupaten harus memastikan bahwa pemagaran dilakukan atas dasar keamanan dan kenyamanan.
Aktivitas yang ada di bawah pengawasan Pemkab, harus dikelola dengan baik agar tetap sesuai dengan fungsi ruang publik.
Kedua, masyarakat harus tetap diberikan akses yang layak tanpa merasa terkekang. Abrari menilai bahwa pengelolaan ruang publik tidak cukup hanya dengan pembatasan, tetapi harus diiringi dengan edukasi dan kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas umum.
“Masyarakat Madura harus membuktikan bahwa kita mampu menjaga fasilitas publik tanpa harus ada pagar. Narasi bahwa orang Madura tidak bisa menjaga ruang publik harus dilawan dengan tindakan nyata. Jangan sampai ada persepsi yang terbalik bahwa kita tidak peduli terhadap fasilitas umum,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abrari juga menekankan pentingnya dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat agar tercipta solusi bersama yang lebih efektif.
Menurutnya, duduk bersama dan mencari jalan keluar akan lebih baik daripada sekadar membangun pagar tanpa menyelesaikan akar permasalahan.
“Melawan narasi negatif tidak cukup hanya dengan berbicara. Harus ada tindakan nyata. Budaya tanggung jawab harus ditanamkan agar ruang publik bisa tetap terbuka, aman, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










