Senin
04 Mei 2026 | 2 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Abdul Ghoni Desak Pemkot Surabaya Bertindak Tegas Atasi Prostitusi Anak

pdip-jatim-250808-abdul-ghoni

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, mendesak pemerintah kota segera mengambil tindakan tegas terkait kasus prostitusi anak di bawah umur yang baru-baru ini diungkap kepolisian.

Apalagi, kasus yang melibatkan seorang remaja menjual pacarnya yang berusia 16 tahun dengan imbalan Rp 100.000 ini menjadi sorotan serius berbagai pihak.

Ghoni menyebut kasus ini sebagai cerminan kegagalan masyarakat dan negara dalam melindungi anak-anak. Menurutnya, anak di bawah umur seharusnya tidak diperlakukan sebagai komoditas.

“Ini adalah tamparan keras bagi sistem perlindungan anak di Surabaya,” kata Ghoni kepada wartawan di Surabaya, dikutip Jumat (8/8/2025).

Pihaknya menyoroti lemahnya deteksi dini di lingkungan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, perlu langkah-langkah preventif yang terstruktur untuk mencegah kasus serupa terulang.

Politisi PDI Perjuangan ini mendesak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya untuk lebih aktif dalam pengawasan sosial berbasis komunitas.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini juga menekankan pentingnya edukasi seksual sejak dini dan pemetaan wilayah rentan.

“Kami di Komisi D mendesak adanya pembaruan strategi perlindungan anak secara menyeluruh. Surabaya tidak boleh lalai lagi dalam membaca tanda-tanda kerentanan seperti ini,” ujar dia.

Selain penegakan hukum, Ghoni juga menyoroti minimnya program rehabilitasi sosial dan psikologis bagi korban. Dia minta Pemkot untuk menjadikan pemulihan martabat anak sebagai prioritas utama.

Dia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi momentum bagi Pemkot Surabaya untuk membenahi sistem perlindungan anak secara total.

“Kita sedang darurat moral. Tidak ada alasan menunda pembenahan total perlindungan anak di Surabaya,” tegasnya.

Kasus ini terungkap berkat penyelidikan Unit PPA Polrestabes Surabaya yang mendeteksi praktik prostitusi online yang melibatkan remaja.

Polisi menemukan bukti bahwa pelaku menjual pacarnya melalui aplikasi pesan instan kepada pria dewasa. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Apresiasi Layanan Haji Makin Cepat, Lepas 3 Kloter JCH Surabaya dengan Pesan Kekompakan

Eri Cahyadi apresiasi layanan haji di Surabaya makin cepat, lepas 3 kloter JCH dengan pesan kekompakan dan ...
KRONIK

Ringankan Beban 6.500 Pedagang Pasar, Bupati Ipuk Gratiskan Retribusi Sabtu-Minggu

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi membebaskan pungutan retribusi bagi ribuan pedagang pasar ...
KABAR CABANG

PDIP Tulungagung Komitmen Kawal Aspirasi Guru dan Tendik PPPK Paruh Waktu Terkait Kesejahteraan dan Keadilan

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung siap mengawal dan memperjuangkan aspirasi guru dan tenaga ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Tinjau Pembangunan Sumur Bor, Harap Warga Tidak Lagi Kesulitan Dapatkan Air

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jombang, Ama Siswanto, meninjau langsung realisasi ...
SEMENTARA ITU...

Cak Eri Ajak Gen Z Karah Jadi Motor Ekonomi Kampung

Eri Cahyadi dorong Kampung Pancasila di Karah Surabaya, libatkan Gen Z, UMKM, dan ekonomi warga berbasis ...
HEADLINE

Hasto Tekankan Gotong Royong dan Persatuan Buruh Kunci Perjuangan Kesejahteraan

Hasto Kristiyanto tekankan gotong royong dan persatuan buruh sebagai kunci perjuangan kesejahteraan pada May Day ...