Sabtu
06 Juni 2026 | 8 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu: Terima Kasih Pemilih Perempuan

pdip-jatim---risma-perempuan-nu-surabaya-02
pdip-jatim---risma-perempuan-nu-surabaya-02
Risma

SURABAYA – KPU Surabaya menetapkan hasil Pilkada Kota Surabaya 2015 dalam Rapat Pleno Penetapan Terbuka di Singgasana Hotel, Selasa (22/12/2015) hari ini. Penetapan hasil pilkada ini mengundang seluruh pemangku kuasa yang telibat dalam Pilkada Kota Surabaya termasuk pimpinan partai-partai yang tidak turut mencalonkan.

Tim Kampanye Risma-Whisnu melihat momentum ini sangat pas karena bertepatan dengan peringatan Hari Ibu yang secara nasional diperingati pada 22 Desember. Dalam sejarah dimulainya peringatan Hari Ibu adalah Kongres Perempoean Indonesia pada 28 Desember 1928 di Jogjakarta.

“Momentum ini tepat, Bu Risma telah dipilih untuk menjadi simbol Ibu yang memimpin perjuangan Kota Surabaya untuk dapat menjadi kota yang mensejahterakan masyarakatnya, untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dan kepercayaan ini tentunya adalah amanah rakyat yang harus dijaga sungguh-sungguh baik oleh Bu Risma maupun oleh Mas Whisnu,” kata jubir Tim Kampanye Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono.

Menurut Didik, fakta bahwa Kongres Perempuan Indonesia yang pertama dianggap selaku salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari beragam wilayah se-Nusantara, urai dia, berkumpul menyatukan pikiran dan juga semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan Indonesia dan juga perbaikan nasib kaum perempuan.

Agenda penting yang dibahas ketika itu, lanjut Didik, adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan merebut kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam beragam aspek pembangunan bangsa, menghapuskan perdagangan anak-anak dan juga kaum perempuan, perbaikan gizi dan juga kesehatan bagi ibu dan juga balita, dan isu-isu strategis lainnya.

Tim Kampanye Risma-Whisnu, imbuhnya, mengucapkan terima-kasih untuk seluruh Ibu-ibu di Kota Surabaya yang telah menjadi inspirasi dan semangat bagi seluruh gerakan pemenangan Risma-Whisnu yang memperoleh 86,34% suara.

“Kami mengakui, bahwa salah satu tulang punggung pemenangan Risma-Whisnu adalah kekuatan pemilih perempuan (women voters) yang begitu solid mewujudkan demokrasi yang berkualitas tanpa money politics. Karena Ibu, di tangan Ibu, Surabaya terus bergerak lebih baik. Selamat Hari Ibu!” ucap Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Seperti diketahui, jago PDI Perjuangan di Pilkada Surabaya, Risma – Whisnu, meraih 893.087 suara (86,34 persen). Sedang pasangan pasangan nomor urut satu Rasiyo-Lucy memperoleh suara 141.324 (13,66 persen).

Raihan suara bagi pasangan petahana itu ditetapkan KPU Kota Surabaya, setelah proses rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Surabaya 2015 tuntas, Rabu (16/12/2015) sore lalu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...
SEMENTARA ITU...

Di Depan Rumah Itu, Sholikah Menitipkan Harapan Baru untuk Tiga Cucunya

Kisah haru Sholikah, warga Kandat, Kediri, yang mengasuh tiga cucu dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan rombong ...
HEADLINE

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan ...