Jumat
05 Juni 2026 | 1 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, Diana Sasa Gelar Workshop

230823_narkoba_copy_870x511

Pelajar dan mahasiswa terpapar 24%, swasta dan pemerintah 59%, serta populasi umum 17%.

MAGETAN – Prihatin dengan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, anggota DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih melaksanakan edukasi pencegahan.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini pun menginisiasi workshop bertema Pencegahan dan Penangggulangan Narkoba di Kalangan Remaja. Acara  digelar di lapangan olahraga SMK Negeri 1 Bendo, Magetan, Rabu (23/8/2023) diikuti ratusan siswa kelas XI dari 9 jurusan.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Penyidik Seksi Intelijen Bidang Pemberntasan BNNP Jawa Timur, AKBP Wahjudi Santoso, dan Agastya Widhi Harjunadhi dari Sekretariat DPRD Jawa Timur.

“Workshop ini upaya kita untuk membantu mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” kata Diana Sasa.

“Apalagi Jawa Timur baru saja memperbarui Perda Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN,” imbuhnya.

Menurut Diana Sasa, narkotika bentuknya sudah sangat macam-macam, terselubung, dan kadang sukar dibedakan dengan barang konsumsi.

Karena itu, lanjut dia, anak-anak perlu diberikan pengetahuan dan wawasan untuk melakukan pencegahan dimulai dari diri sendiri. Semisal cermat dalam pergaulan.

Mencegah harus sedini mungkin. Sedari dini harus dibekali tentang kalau kena narkoba kerugian besarnya seperti apa. Narkoba bukan solusi,” jelas legislator dari daerah pemilihan Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan ini.

Tak Kenal Pangkat dan Jabatan

BNNP Jawa Timur menyatakan kategori penyalahgunaan berdasarkan pekerjaan. Jumlah pelajar dan mahasiswa yang terpapar narkotika sebanyak 24 persen. Pekerja swasta dan pemerintah 59 persen, dan populasi umum 17 persen.

“Narkoba tak kenal pangkat dan jabatan. Orang baik, orang pintar, berpangkat, dan super baik pun bisa terjerat narkoba,” kata AKBP Wahjudi Santoso.

Ia memaparkan narkoba membuat gangguan jiwa, memperburuk penampilan, kerusakan organ, penyakit parah, kematian, masalah kepribadian ekonomi sosial, dan sanksi hukum.

Pihak SMK Negeri 1 Bendo Magetan dalam workshop menyatakan siap menjadi Duta Antinarkoba. (dav/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...