Selasa
06 Oktober 2026 | 11 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Surabaya Hadirkan Pelaku Sejarah Arus Bawah Promeg

pdip jatim 230728 kudatuli 2

SURABAYA – PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan tragedi kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli. Refleksi Kudatuli kali ini menghadirkan para pelaku sejarah gerakan arus bawah PDI Pro Mega atau Promeg, yang di tahun 1999 berubah menjadi PDI Perjuangan.

Peringatan diisi doa dari pemuka lintas agama, yang dipersembahkan untuk semua korban peristiwa 27 Juli 1996, pejuang demokrasi dan pejuang PDI Perjuangan, yang telah gugur dan meninggal dunia.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan peristiwa 27 Juli 1996 adalah puncak pengambilalihan PDI di bawah Megawati Soekarnoputri, yang sah dan konstitusional, oleh kelompok PDI Soerjadi yang diback up kekuatan keamanan dan aparatur negara.

Pengambilalihan kekuasaan itu ditandai kongres ilegal di Medan, Juni 1996, yang dilakukan Soerjadi, Fatimah Ahmad, Buttu Hutapua, dkk, yang disokong rezim Orde Baru. Peristiwa itu erpuncak pada penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro pada Sabtu 27 Juli 1996 subuh.

Baca juga: Refleksi dan Doa Bersama Kudatuli, PDI Perjuangan Surabaya Ingatkan Perjuangan Masa Lalu

“Peristiwa 27 Juli 1996 menyulut kerusuhan dengan banyak korban luka-luka dan meninggal dunia, korban hilang dan tidak ditemukan. Peringatan ini untuk merawat ingatan dan kesadaran untuk senantiasa menegakkan kedaulatan PDI Perjuangan,” beber Adi.

“Bahwa PDI Perjuangan di bawah komando Ibu Megawati telah melewati berbagai babakan sejarah yang sulit dam pahit. Telah melampaui peristiwa-peristiwa kelam akibat penindasan penguasa di masa lalu. Sekarang PDI Perjuangan tegak berkibar dan mengakar di hati rakyat,” sambung politisi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya tersebut.

Beberapa pelaku sejarah dihadirkan dalam peringatan di Kantor DPC PDIP Surabaya. Para kader banteng memberikan penghargaan kepada para pelaku sejarah atas dedikadi dan pengorbanan di masa lalu.

Di antaranya Pak Solikin, tukang becak yang dipukul aparat hingga jatuh di selokan. Juga Mbah Mat Dolah, loyalis Megawati.

“PDI Perjuangan didirikan dengan perjuangan hebat oleh kader banteng, yang dipenuhi keringat, darah dan air mata, pengorbanan harta benda dan nyawa. Partai ini tidak sekadar didirikan dengan akta notaris,” ujarnya.

“Kesadaran sejarah terus kita rawat dan dedikasikan kepada rakyat. Dengan terus turun di masyarakat, tiada henti, untuk membuat PDI Perjuangan semakin dicintai rakyat,” kata Adi.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Baktiono, yang juga pelaku sejarah, didapuk memberikan refleksi peristiwa Kudatuli.

Selama refleksi, ditampilkan koleksi foto-foto sejarah dan pemutaran video peristiwa 27 Juli 1996. Baktiono mengingatkan perjuangan arus bawah rakyat yang setia kepada Megawati dan Bung Karno.

“Tragedi 27 Juli 1996 adalah peristiwa kelam anti demokrasi. Tidak ada gerakan reformasi yang menjatuhkan rezim Orde Baru, jika tidak ada Kudatuli. Tidak ada demokrasi, jika tidak ada reformasi,” kata Baktiono.

Peringatan 27 Juli 1996 juga dihadiri kader-kader muda milenial dan gen-Z, sehingga terjadi pewarisan sejarah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Martin Hamonangan: Raperda Transportasi Publik Jatim Harus Jamin Keadilan Akses

SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur menilai transportasi publik tidak cukup hanya terhubung antar-moda. Sistem ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Penurunan Stunting Dihitung dari Angka Riil, Bukan Persentase

KEDIRI – Bupati Hanindhito Himawan Pramana meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri tidak sekadar melihat ...
LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Siapkan Raperda Jaminan Pesangon dan Jaminan Sosial untuk Perkuat Perlindungan Buruh

SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Jaminan Pesangon dan Jaminan ...
KRONIK

Merah, Alun-Alun, dan Prediksi Widarto

JEMBER – Warna merah menjadi salah satu keyakinan Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, ketika menyaksikan laga ...
KRONIK

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Desa Terdampak Kekeringan, Warga: Sangat Berarti

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memantau langsung bantuan air bersih kepada masyarakat yang ...
KRONIK

Fatmawati Trophy 2026: Merawat Kesederhanaan Fatmawati Lewat Karya Budaya Jawa Timur

SURABAYA — Sebuah kebaya tidak selalu sekadar bicara tentang kain, motif, atau potongan busana. Di baliknya bisa ...