Selasa
06 Oktober 2026 | 5 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Gresik Ajak Organisasi Perempuan Cegah Penyebaran HIV-AIDS

IMG-20230726-WA0091_copy_1100x676_copy_880x540

Per triwulan 2023, ada 56 kasus.

GRESIK – Penyebaran kasus HIV-AIDS di kabupaten Gresik masih cukup tinggi. Pemerintah melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengajak organisasi perempuan melakukan upayan pencegahan.

Berdasarkan data tahun 2021 jumlah orang dalam HIV-AIDS (ODHA) sebanyak 65 kasus. Tahun 2022 meningkat sekitar 3x lipat menjadi 179 kasus.

Sementara di triwulan satu 2023, jumlah kasus baru sudah mencapai 56, ini menunjukkan angka penularan yang cukup tinggi. Sekitar 49% berasal dari laki-laki sex laki-laki (LSL/homosex).

Ada pula anak anak, remaja, ibu rumah tangga, dan warga binaan pemasyarakatan (narapidana). Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Meskipun peningkatannya tidak sebanyak nasional yang mencapai sekitar 5.100 kasus per 6 mei 2023 kemarin, tapi kita tidak boleh lengah dan berdiam diri saja,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat membuka pelatihan Warga Peduli HIV/AIDS (WPA), Rabu (26/7/2023).

Bu Min mengatakan, problematik HIV/AIDS bukan hanya sebatas bidang kesehatan saja. Tetapi mempunyai dampak yang sangat luas. Seperti di bidang politik, ekonomi, sosial, etnis, agama dan hukum.

“Bahkan berimplikasi secara nyata, cepat atau lambat dapat menyentuh semua aspek kehidupan manusia,” imbuh Bu Min.

Perempuan Ketua PC Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) DPC PDI Perjuangan Gresik ini berharap, semua pihak dapat memberikan sikap yang positif kepada ODHA. Misalnya, seperti mengambilkan obat, mengantarkan ODHA ke tenaga kesehatan, memberikan penguatan mental, tidak mendiskriminasi ODHA.

Kemudian, mengedukasi masyarakat meluruskaan persepsi yang salah tentang ODHA, ikut mendorong masyarakat ibu hamil untuk screening tes HIV/AIDS dan lainnya.

Semua upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan target Gresik three zero (zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi).

“Saya harapkan, agenda hari ini dapat memberi pengetahuan, bagaimana ibu-ibu bisa memberikan arahan kepada warga di sekitarnya dalam mencegah HIV/AIDS dan bersikap kepada ODHA. Terlebih dapat mengeliminir orang-orang dengan keinginan seksual menyimpang, menjadi ke arah yang benar,” tuturnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tok! DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan UU Satu Data Indonesia

JAKARTA – DPR RI mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang dirancang memperkuat hak pekerja sekaligus menjaga ...
EKSEKUTIF

Kekeringan di Dusun Tempur, Sanusi Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako

MALANG – Kekeringan mulai menyulitkan warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Sumur ...
KRONIK

Buka Pekan Literasi SMAN 1, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Bangun Karakter Lewat Membaca

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong generasi muda untuk menjadikan literasi sebagai bagian ...
LEGISLATIF

Martin Hamonangan: Raperda Transportasi Publik Jatim Harus Jamin Keadilan Akses

SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur menilai transportasi publik tidak cukup hanya terhubung antar-moda. Sistem ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Penurunan Stunting Dihitung dari Angka Riil, Bukan Persentase

KEDIRI – Bupati Hanindhito Himawan Pramana meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri tidak sekadar melihat ...
LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Siapkan Raperda Jaminan Pesangon dan Jaminan Sosial untuk Perkuat Perlindungan Buruh

SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Jaminan Pesangon dan Jaminan ...