Minggu
01 November 2026 | 2 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik: Perangi Perundungan, Pelecehan Seksual dan Intoleran dari Dunia Pendidikan

IMG-20230718-WA0024_copy_960x540

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak pemangku kepentingan bersama sama memerangi aksi perundungan (bullying), pelecehan seksual dan intoleran di lingkungan pendidikan.

“Tiga hal itu yang harus kita perangi untuk menuju sistem pendidikan bermutu, berkualitas dan inovatif,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, usai mengukuhkan Forum Komunikasi Transisi PAUD-SD kabupaten Gresik masa bhakti 2023 – 2026, Selasa (18/7/2023).

Gus Yani sapaan akrabnya mengatakan, transisi anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) perlu mendapat perhatikan guru dan orang tua.

Sebab, PAUD pondasi jenjang pendidikan dasar yang membutuhkan kesinambungan stimulasi sosial emosional, bahasa motorik dan kognitif. Sampai pembelajaran di jenjang berikutnya.

“Transisi PAUD-SD peserta didik perlu penyesuaian dengan lingkungan belajar baru, maka harus diperhatikan betul,” imbuh Gus Yani.

Untuk membangun koordinasi antara PAUD-SD secara sistemik dan berkelanjutan, maka dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

“Ini untuk menyelaraskan praktik-praktik pembelajaran di SD agar dapat mendukung pembelajaran di PAUD dan sebaliknya,” ungkapnya.

Pengurus yang telah dikukuhkan mempunyai tanggung jawab bersama dan punya peran strategis dalam membuka sistem PAUD yang menyenangkan.

Ini harus terus di sosialisasikan di seluruh lembaga pendidikan sampai pelosok desa, baik di daratan maupun kepulauan.

“Mudah-mudahan forum komunikasi masa transisi PAUD-SD ini menciptakan generasi yang unggul dan berkembang,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Gresik S. Hariyanto menyampaikan, untuk mensukseskan program ini, dibutuhkan Forum Komunikasi Transisi PAUD-SD di semua Kabupaten/Kota.

“Agar program ini berjalan efektif, maksimal dan tersosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Program ini memuat 3 hal penting diantaranya menghilangkan tes calisting, masa orientasi 2 pekan dan pembelajaran yang membangun 6 kemampuan fondasi anak.

Enam fondasi ini perlu dikuasai oleh anak dan diajarkan oleh satuan pendidikan. Serta dibangun secara berkelanjutan mulai dari PAUD hingga SD.

“Dengan demikian, anak-anak akan memiliki landasan yang kuat untuk menghadapi pendidikan lanjutan dan mengembangkan potensi mereka secara optimal,” tandasnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...