Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dari berbagai program pertanian, koperasi dan UMKM
SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Dr Daniel Rohi meminta pemerintah provinsi menaikkan anggaran untuk organisasi perangkat daerah (OPD) mitra komisi tempatnya bertugas.
Menurut Daniel Rohi, capaian sektor ekonomi Jawa Timur Tahun 2022 cukup menggembirakan. Dengan pertumbuhan ekonomi tahun lalu pada angka 5,34 persen, tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,31 persen.
Demikian pula kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap nasional pada tahun yang sama, mencapai 14,26 persen. Atau setara 24,99 persen untuk kontribusi terhadap PDRB Pulau Jawa.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terhadap PDRB Tahun 2022 atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar 57,57% itu, membuahkan sejumlah penghargaan di bidang ekonomi diterima gubernur. ”Ini karena Kontribusi OPD mitra komisi B,” katanya.
Mirisnya, lanjut Daniel Rohi, hal itu tak berbading lurus dengan anggaran yang dialokasikan untuk mitra Komisi B. Daniel mencontohkan, pada Perubahan APBD 2022, OPD mitra Komisi B hanya mendapat alokasi anggaran Rp 1,567 triliun atau setara 4,68 persen dari APBD. Demikian pula tahun sebelumnya, 2020, anggaran hanya Rp 1,089 triliun atau 3,18 persen.
”Prestasi besar, anggaran kecil,” katanya. ”Untuk itu kami mengusulkan total anggaran OPD mitra komisi B minimal 10 persen dari APBD Jawa Timur,” katanya.
Meski mengusulkan kenaikan anggaran, Daniel Rohi mewanti-wanti agar ada pertimbangan proporsionalitas anggaran. Untuk belanja operasional 40 persen, sedangkan 60 persen untuk program yang bersentuhan langsung dengan rakyat seperti bidang pertanian, koperasi dan UMKM.
Seperti ketersediaan pupuk, infrastruktur pertanian, teknologi pasca-panen untuk meningkatkan nilai tambah, serta asuransi pertanian. Permodalan UMKM, strandarisasi produk UMKM, pengembangan koperasi, dan fasilitasi desa wisata. (hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










