Jumat
04 September 2026 | 4 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Disetujui Jadi Perda, Ini Catatan Fraksi PDI Perjuangan untuk Pertanggungjawaban APBD 2022

PDIP-Jatim-Khofifah-Kusnadi-05072023

SURABAYA – Seluruh fraksi di DPRD Jawa Timur sepakat menyetujui rancangan peraturan daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 untuk menjadi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur.

Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna oleh Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk selanjutnya diserahkan kepada kementerian terkait.

Meski meraih mufakat, ada beberapa hal yang menjadi catatan tiap fraksi. Salah satunya PDI Perjuangan. Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Martin Hamonangan, memaparkan, ada setidaknya 12 poin yang perlu dikaji lebih lanjut. Mulai dari ketimpangan ekonomi tiap daerah, permasalahan pendidikan, hingga kurang maksimalnya penyerapan Universal Health Coverage (UHC).

“Kami minta serapan anggaran di tiap OPD ditingkatkan, dan eksekutif optimalkan peran Bakorwil untuk menyeimbangkan ketimpangan dan kesenjangan pengelolaan antarwilayah,” ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Martin menyebut, pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 5,34 persen ini sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan lagi untuk menurunkan jumlah pengangguran terbuka.

Peran BUMD juga perlu dievaluasi sebab kontribusi selama 2022 hanya mencapai 441 milyar atau setara 2.07 persen, sedangkan penyertaan daerah ke BUMD sampai 2022 13,4 triliun.

“Kami mendorong pemanfaatan dana APBD yang lebih efisien agar bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat Jatim,” jelasnya.

Di samping itu, penyerapan APBD pada bidang kesehatan dan pendidikan juga dinilai belum maksimal. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, terdapat 17 daerah yang belum mencapai Universal Health Coverage (UHC) sehingga tidak bisa merasakan pelayanan kesehatan yang sama.

“Perlu mempercepat pencapaian UHC yang baru 86 persen. Selain itu, perlu pemerataan kualitas pendidikan SMA/SMK dan SLB negeri swasta, sebab dengan PPDB, jumlah sekolah negeri hanya bisa menampung sekira 30 persen lulusan SMP, termasuk memastikan ketersediaan dan kecukupan jumlah tenaga pendidik,” ucap anggota Komisi D DPRD Jatim itu.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa segala masukan yang diberikan akan ditampung dan menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan selanjutnya.

Dirinya pun berterima kasih pada seluruh fraksi yang turut membantu kinerja Pemprov Jatim selama ini, dan berharap sinergi kolaboratif terus terjalin untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.

“Badan Anggaran menyatakan Raperda sesuai dan layak dibahas lebih lanjut sebelum dibahas menjadi Perda. Kami sampaikan terima kasih pada semua fraksi telah menerima dan menyetujui untuk selanjutnya disahkan menjadi Perda Jatim,” ucapnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...