Kamis
25 Juni 2026 | 11 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

NU Dukung 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila

pdip-jatim-gus-ipul-hasto

SURABAYA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemerintah diharapkan segera mengakui dan menetapkan secara resmi, karena 1 Juni salah satu hari bersejarah.

“Selama ini masih bersifat peringatan, dan belum ada penetapan resmi sebagai hari nasional,” kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf di sela bedah buku karya Yudi Latif berjudul “Revolusi Pancasila”, di kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Surabaya, Senin (9/11/2015).

Menurut Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, sampai saat ini tidak sedikit yang mendukung agar Presiden RI Joko Widodo menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Semakin hari, lanjut dia, keberadaan Pancasila telah masuk di kehidupan masyarakat sehingga merupakan warisan istimewa yang harus dipahami generasi mendatang.

“Bahkan, tidak bisa dimungkiri bahwa Pancasila yang bisa membuat kita masih bertahan sebagai bangsa yang besar,” ucap pria yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur itu. (Hasto: Membumikan Pancasila dengan Jalan Trisakti)

Menurut Gus Ipul, Bung Karno pernah mengatakan, bahwa Indonesia tidak mengikuti konsep liberal maupun komunis, namun mengacu pada sejarah akademik. Sehingga tak dapat dimungkiri bahwa istilah dan substansi Pancasila pertama kali dikenalkan dan dikumandangkan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945.

Dalam abstraksinya pada Buku Revolusi Pancasila, tambah dia, Pancasila menjadi dasar berdirinya pepublik ini dan sejatinya merupakan pokok-pokok pikiran filosofis Bung Karno sehingga menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Sementara, Yudi Latif, penulis buku “Revolusi Pancasila” menjelaskan bahwa revolusi tersebut harus dimulai dari perubahan besar untuk menuju masyarakat merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

“Cita-cita Pancasila sebenarnya adalah mewujudkan perikehidupan dan kebangsaan yang adil dan makmur,” ujarnya.

Sedang Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang turut menjadi pembicara pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa Pancasila berperan penting sebagai teori-teori sosial yang dinamis dan progresif.

“Kalau diibaratkan, bahwa keberadaan Pancasila harus mampu memberikan substansi positif bagi kehidupan bermasyarakat,” kata Hasto. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Apresiasi Kemah Akbar “Cinta Alam Indonesia” LDII Banyuwangi

BANYUWANGI – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten ...
KRONIK

MH Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Guru Ngaji

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Malang Soroti Wacana WFH ASN, Minta Pemkot Tertibkan Penggunaan BBM Subsidi

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang mempertanyakan urgensi wacana Work From Home (WFH) bagi ASN pasca-kenaikan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Terima Kunjungan KPU, Tegaskan Kesiapan Sipol Hingga Kuota Perempuan

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan kerja dari jajaran ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Siapkan Direksi BUMD Berkontrak Kinerja, Targetkan PAD Kediri Terdongkrak

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan akan mengisi kekosongan jabatan direktur BUMD dengan figur yang ...
KABAR CABANG

Rumah Ngatemin Jadi RTLH ke-12 yang Dibedah PDIP Kota Batu, Wujud Nyata Ajaran Bung Karno

Rumah Ngatemin, warga Dusun Junggo, Kota Batu, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak ...