Selasa
20 Oktober 2026 | 11 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Menteri dari PDIP Sudah Bekerja Sesuai Harapan Jokowi-JK

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, saat menjadi pembicara di acara bedah buku “Revolusi Pancasila” karya Yudi Latif, di kantor PWNU Jatim, Senin (9/11/2015).

SURABAYA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasti Kristiyanto mengatakan, menteri Kabinet Kerja dari PDI Perjuangan sudah bekerja mendukung program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Sesuai data-data yang dimiliki PDI Perjuangan, termasuk kajian-kajian yang dilakukan survei, itu sudah sejalan dengan apa yang menjadi harapan Bapak Jokowi-JK,” kata Hasto, usai acara bedah buku “Revolusi Pancasila” karya Yudil Latif, di kantor PWNU Jatim, kemarin.

Pernyataan itu dia sampaikan, menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana adanya reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK tahap II. Hasto menegaskan, PDI Perjuangan tidak dalam posisi menginisiasi, mendorong dan mempercepat reshuffle kabinet di pemerintahan Jokowi-JK.

“Kami meyakini prioritas pemerintahan saat ini adalah mempercepat pembangunan ekonomi nasional, dengan karakter kepemimpinan beliau yang merakyat,” ujarnya. (Hasto: Membumikan Pancasila dengan Jalan Trisakti)

Hasto menegaskan, persoalan reshuffle menteri itu kewenangan penuh presiden. “Presiden berdaulat untuk mengambil keputusan politik. Tapi saya yakin, bahwa presiden tidak akan mengambil suatu risiko-risiko politik yang tidak diperlukan dalam reshuffle,” jelas Hasto.

Dia menambahkan, PDI Perjuangan juga menyampaikan kritik kepada menteri, untuk perbaikan kinerja. Tidak hanya kepada menteri dari PDI Perjuangan, tapi juga menteri di luar kader.

“Tanpa kritik akan kehilangan arah. Kritik tersebut untuk memperbaiki kinerja menteri,” terangnya.

Terkait isu masuknya kader PAN dan Golkar dalam reshuffle kabinet kedua, menurut Hasto, semua pemerintahan pasti membutuhkan konsolidasi, tapi bukan untuk transaksi kepentingan.

“Saya percaya pemerintahan Jokowi-JK membangun konsolidasi partai bukan untuk menghitung jumlah kursi kabinet yang akan diperoleh. Artinya, tidak ada transaksional dalam pemerintahan Jokowi-JK,” jelas dia.

Pihaknya secara tegas menjelaskan, bahwa bergabungnya PAN ke koalisi pemerintahan sesuai pernyataan Ketua Umum Zulkifli Hasan adalah untuk komitmen kebangsaan.

“Reshuffle silakan dilakukan jika tujuannya memang untuk memperkuat konsolidasi dan mempercepat kinerja pemerintahan serta program-program kerakyatan,” tegas Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...