Jumat
05 Juni 2026 | 9 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini, Cara Ketua DPRD Tulungagung Ubah Kebiasaan Peternak Membuang Kotoran Sapi ke Sungai

pdip jatim 230415 pupuk organik

TULUNGAGUNG – Mayoritas penduduk Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung berprofesi sebagai peternak sapi perah. Namun, profesi mayoritas masyarakat itu tidak dibarengi dengan kesadaran terhadap lingkungan.

Faktanya, masyarakat masih sering membuang kotoran sapi perah dan bekas susu sapi ke sungai di wilayah Kecamatan Sendang dan berdampak terjadinya pencemaran air tanah di kawasan itu.

Sosialisasi tentang pelestarian lingkungan baik dari pemerintah maupun dari komunitas peduli lingkungan yang sudah dilakukan selama ini, belum mampu mengubah kebiasaan masyarakat yang membuang limbah kotoran hewan ke sungai.

Berangkat dari adanya kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan itu, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menginisiasi dengan sebuah kegiatan mengubah limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Menurutnya, dengan mengolah limbah kotoran sapi dan sisa susu menjadi pupuk, maka kebiasaan masyarakat yang membuang limbah ke sungai akan berkurang.

Selain itu, pupuk hasil fermentasi kotoran sapi dan sisa susu sudah diuji dilahan pertanian dan hasilnya lebih baik dari pupuk pabrikan.

“Awalnya kita prihatin dengan pembuangan limbah atau kotoran hewan ini yang dibuang ke sungai,” kata Marsono di Tulungagung, Jumat (14/4/2023).

Bendahara DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini menjelaskan, pengolahan kotoran sapi dan sisa susu menjadi pupuk harus melalui proses fermentasi agar bahan-bahan yang terkandung dalam kotoran sapi bisa berubah menjadi sumber unsur hara. Sehingga kotoran sapi dan sisa susu dapat diserap oleh tanaman.

Dalam proses fermentasi ini, starter atau pengurai yang digunakan adalah EM4 (effective microorganisme 4) yang berfungsi mengubah bakteri jahat pada limbah menjadi bakteri yang menguntungkan.

Pupuk hasil fermentasi ini, sebut Marsono, bisa langsung diaplikasikan ke lahan, karena berbentuk pupuk cair. Para petani juga sudah membuktikan bahwa pupuk cair ini bisa membuat tanaman tumbuh lebih subur.

“Pupuk organik cair atau POC ini merupakan larutan hasil pembusukan sisa susu maupun kotoran sapi yang diproses dengan bekas galon air mineral,” jelasnya.

Pupuk organik cair tipe ini, lanjut Marsono, karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, dan yang membedakan hanya wujudnya saja yaitu cair dan padat.

Dengan inisiasinya itu, masyarakat Kecamatan Sendang akhirnya bisa merasakan manfaat dari kotoran sapi dan sisa susu. Sehingga masyarakat tidak lagi membuang limbah sapi perah ke sungai dan kualitas air sungai bisa menjadi bersih kembali. (sin/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Tata Kelola Akuntabel Harga Mati agar Program MBG Berjalan Efektif

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menegaskan sistem tata kelola yang akuntabel merupakan syarat mutlak agar ...
KABAR CABANG

Konten Idul Adha PDIP Kota Blitar Masuk 3 Terbaik, Yudi Meira: Kerja Kolektif yang Mencerminkan Semangat Kerakyatan

BLITAR – DPC PDI Perjuangan Kota Blitar meraih apresiasi dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur setelah terpilih ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...