NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi punya sejumlah fokus agenda untuk dimaksimalkan di tahun 2023. Diantaranya pengembangan wisata herittage Benteng Pendem Ngawi, hingga pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Bupati Ony menyampaikan, agenda utama sebagaimana naskah teknokratis RPJMD lima tahunan yang menjadi fokus Pemkab Ngawi di bawah kepemimpinan Ony Anwar Harsono – Dwi Rianto Jatmiko, dimampatkan menjadi 3,5 tahun. Secara waktu realisasi kegiatan dimampatkan.
“Tahun pertama ingin pada pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar (infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan) di Kabupaten Ngawi rampung,” kata Bupati Ony, Senin (9/1/2023).
Bupati Ony menjelaskan, untuk infrastruktur ditargetkan akses 95 jalan mantap di Kabupaten Ngawi hingga akhir tahun 2024 akan terkejar. Kemudian mengenai pendidikan, Pemkab Ngawi bertekad untuk memberikan akses pendidikan yang bermutu bagi masyarakat. Pendidikan yang berkeadilan, inklusif harus dijalankan.

“Poinnya beasiswa, tahun 2023 disiapkan anggaran 3 miliar rupiah. Kemudian juga perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Sekaligus untuk pendidikan karakter anak, melalui program 5 hari masuk sekolah,” kata Bupati Ony.
Di bidang kesehatan, Bupati Ony menyebut sebanyak 87 persen masyarakat Ngawi sudah mendapatkan akses kesehatan gratis. Selain itu, juga ada optimalisasi pelayanan kesehatan dengan menghadirkan 2 rumah sakit tipe D di Kabupaten Ngawi. Yakni di Mantingan dan Geneng.
“Tahun depan di tambah lagi 2 rumah sakit tipe D, di Ngrambe dan Karangjati,” ucap Bupati Kader PDI Perjuangan itu.
Untuk fokus pada kesejahteraan masyarakat, meliputi pengurangan pengangguran dan angka kemiskinan, Pemkab Ngawi menggaungkan kemandirian pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program tersebut menjadi awalan sebelum merambah pada dunia industrialisasi.
“Di samping terus meningkatkan produkstivitas padi kita, juga harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan petani. Kesejahteraan bisa diperoleh dari kemandirian, kemandirian diperoleh dari memintarkan petani kita,” katanya.

Khusus untuk pertanian ramah lingkungan, tahun 2023 ini, Pemkab Ngawi menaruh target 2.000 hektar lahan sudah beralih dari sistem pertanian konvensional menuju ramah lingkungan. Hal itu berkaca dari target tahun 2022 yang terlampuai dengan baik.
Tidak ketinggalan soal kepariwisataan Ngawi. Bupati Ony bilang, khusus untuk wisata, target semestinya di tahun 2024 dimajukan realisasi tahun 2023. Target pengelolaan wisata, meliputi pengelolaan, kelembagaan, penataan sarana prasaran, kegiatan sosial kesenian dan kebudayaan, serta membentuk kawasan wisata dan masyarakat sadar wisata di tahun 2023 harus sudah selesai.
“Momentum Benteng Van Den Bosch di tahun 2023. Ketika momentum itu lepas, jadi tidak memiliki magnet yang signifikan. Maka untuk itu di tahun 2023 harus clear,” papar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











