BANYUWANGI – Untuk memacu kreativitas di kalangan pelajar dan guru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Festival Sastra 2022.
“Festival Sastra yang digelar Sabtu (5/11/2022) kemarin menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas para pelajar dan anak muda di Banyuwangi. Saya meyakini kreativitas di bidang sastra ini memiliki banyak manfaat,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Senin (7/11/2022).
Menurut Bupati Ipuk, beberapa manfaat dalam kegiatan Festival Sastra tersebut, seperti memperkaya literatur kata-kata yang akan bermanfaat untuk menunjang komunikasi.
Selain itu, juga akan memperkuat narasi yang akan disampaikan, dan termasuk pula bersastra juga akan mampu membentuk karakter.
Politisi PDI Perjuangan itu juga berharap, pendekatan sastra ini dapat menjadi media untuk menekan patologi sosial di kalangan pelajar. Seperti halnya tawuran antar-pelajar, pergaulan bebas atau bahkan narkoba.
“Lewat sastra ini, kita bisa menanamkan pendidikan karakter bisa menjadi cara yang lebih mudah diterima oleh para pelajar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dr. Alfian, mengemukakan bahwa Festival Sastra ini dirangkai dengan perlombaan untuk merangsang kreatifitas para pelajar dan guru. Di antaranya adalah lomba cipta puisi dan cerpen tiga paragraf (pentigraf).
“Sebelumnya, kami telah melakukan serangkaian pelatihan cipta puisi dan pentigraf. Ini saatnya untuk unjuk kreativitas mereka setelah berlatih,” terangnya.
Untuk pentigraf sendiri, terdapat 486 karya yang berasal dari kalangan pelajar. Dari karya yang masuk lantas dikurasi menjadi 200 buah untuk dilakukan workshop lanjutan bersama Sastrawan Nasional D. Zawawi Imron.
“Dari 200 karya tersebut, kemudian kami pilih 20 karya terbaik untuk ditampilkan dalam pameran pentigraf,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut dipamerkan 133 judul buku sastra karya pelajar dan guru di Banyuwangi, mulai dari jenjang sekolah menengah, baik negeri maupun swasta. Karya-karya tersebut bisa dibaca dan dibeli di pameran itu.
Sejumlah karya tersebut, di antaranya, “Sedekah Puisi untukmu Banyuwangi”, antologi karya guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMP se-Banyuwangi, “Mengapa Kau Ingin Berteman denganku?”, antologi cerita pendek karya para siswa SMP Muhammadiyah 3 Banyuwangi.
Juga ada “Pelangi Aksara Uno in Pepertum dan Rerampai Mantra”, antologi puisi dan cerpen berjudul yang merupakan karya-karya siswa dan guru SMPN 1 Banyuwangi, “Kidung Lembah Ijen”, antologi puisi karya Guru SMPN 1 Kalipuro Kantin Rahayu, serta “Sisik Warita Osing”, sekumpulan cerita yang diterbitkan SMPN 3 Banyuwangi. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













