Sabtu
12 September 2026 | 4 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadiri Bimtek Program Desa Anti Korupsi, Kusnadi: Ini Wujud Komitmen Nyata Jatim

pdip-jatim-220914-kpk-1

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi menghadiri Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Desa Anti Korupsi di Islamic Center, Raya Dukuh Kupang, Surabaya, Rabu (14/9/2022).

Acara bertajuk, “Berawal dari Desa Kita Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi” bertujuan untuk menyebarluaskan pentingnya membangun integritas dan nilai-nilai anti korupsi kepada pemerintah dan masyarakat desa.

Dalam acara yang dihadiri Ketua KPK RI Firli Bahuri dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hadir juga jajaran Forkopimda Jawa Timur lainnya.

Kusnadi menuturkan, sinergitas yang terjadi merupakan wujud komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menekan angka korupsi.

“Ini merupakan komitmen Jawa Timur, bagaimana kita memberantas korupsi dan mencegahnya. Langkah ini juga sebagai gerakan nyata kita perlahan-lahan menuju bebas korupsi,” jelas Kusnadi.

Menurut legislator yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, untuk memberantas korupsi diperlukan sinergitas seluruh elemen. Mulai dari masyarakat itu sendiri, hingga pemimpin daerah.

“Sebagai upaya memberantas korupsi, berbagai tindakan sudah harus kita lakukan. Mulai dari lingkup kepala desa, hingga pemimpin daerah. Hari ini seluruh kepala desa se-Jawa Timur hadir untuk mendapatkan edukasi bagaimana prinsipnya mencegah korupsi,” paparnya.

Dia pun menyampaikan, bahwa acara tersebut akan berlangsung selama dua hari, dan tidak hanya menyentuh kepala desa. Pada hari berikutnya, akan ada giat serupa dengan peserta kepala daerah dari kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Besok akan menyasar kepala daerah se-Jatim. Tujuannya agar seluruh elemen memahami betul pentingnya anti korupsi,” terang Kusnadi.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pentingnya pencegahan korupsi dimulai dari desa merupakan ajaran Bung Karno.

Dirinya berharap agar dana yang dikelola perangkat desa bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga mampu menaikan kesejahteraan masyatakat sekitar.

“Kepala desa adalah garda terdepan, manfaatkan dana desa sebaik mungkin. Contohnya seperti Lontar Sewu di Gresik yang bisa memanfaatkan dana desa dengan begitu baik, sehingga mampu menjadi desa wisata,” sebutnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...