Minggu
13 September 2026 | 8 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mbah Kung: Kader Harus Jadi Penuntas Masalah Rakyat

IMG-20220829-WA0014_copy_600x338

NGAWI – Kader-kader PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi diminta untuk menjadi problem solver atas permasalahan yang terjadi di masyarakat. Hal itu seperti yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Ir Budi Sulistyono (Kanang), pada Minggu (28/8/2022).

Pria yang karib disapa Mbah Kung tersebut berpandangan, kader-kader partai harus mampu mengidentifikasi dan menemukan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah di tengah masyarakat.

“Kalau ngomong sebagai penyelesai masalah, semua petugas partai apakah di eksekutif, legislatif, maupun di struktural, itu harus berani disebut problem solver,” kata Mbah Kung.

“Apalagi seorang bupati. Bupati itu, ada satu juta penduduk, berarti ada satu juta masalah, harus ada satu juta solusi,” lanjut Mbah Kung, yang pernah menjadi Bupati Ngawi periode 2010-2020 tersebut.

Menurut Mbah Kung, seorang kader PDI Perjuangan harus mampu memaksimalkan kinerja panca indera. Mampu mendengar, melihat, dengan seksama permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan solusi, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dengan demikian, masyarakat akan bergantung pada PDI Perjuangan dalam mengatasi permasalahan sosialnya, apabila kader-kader partai mampu menyelesaikan permasalahan yang dialami masyarakat.

“Maka semua orang di Kabupaten Ngawi, siapapun tingkatannya, siapapun lapisannya, akan bergantung pada PDI Perjuangan,” ujar Mbah Kung.

Mbah Kung menjelaskan, saat masyarakat sudah bergantung, maka tidak ada pihak lain yang bakal bisa menyelesaikan masalah itu, kecuali PDI Perjuangan.

“Ooh aku ke Mbah Kung saja, ke Pak Antok saja. Ke Fraksi PDI Perjuangan saja. Itu yang kita cari,” jelas Mbah Kung memberikan permisalan.

Menjadikan masyarakat bergantung pada PDI Perjuangan dengan kata lain, menjadikan masyarakat menaruh hati pada partai. Menurut Mbah Kung, ketika masyarakat membutuhkan partai, maka hanya satu yang diingat oleh rakyat, yakni PDI Perjuangan.

“Dan ilmu ketergantungan ini harus dimiliki oleh semua kader. Maka petugas partai di eksekutif dan legislatif tidak boleh lelah terhadap apa saja yang dia dengarkan, dan mencari masalah di lapangan,” tandas Ir Budi Sulistyono Kanang. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Desil Bukan Sekadar Angka, Ada Wajah Warga di Baliknya

Oleh Priyanto BELAKANGAN ini, ada satu kata yang semakin sering terdengar dalam percakapan tentang bantuan ...
SEMENTARA ITU...

Wakil Ketua DPRD Magetan Suyatno Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di Panekan

MAGETAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. ...
LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...
EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...