Selasa
21 Juli 2026 | 1 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Surabaya Sambut Baik Rencana Pemkot Gandeng Swasta Kelola Lahan Tidur

pdip-jatim-220826-riswanto

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Riswanto mengatakan, Pemkot Surabaya berniat menggandeng para pengusaha swasta dalam hal ini Hipmi dan Kadin, untuk mengelola aset lahan tidur milik pemkot.

“Hipmi dan Kadin menyampaikan, bahwa lahan yang mau digarap mereka ini kayaknya mengarah ke urban farming,” ungkap Riswanto.

Sebelumnya, pada Rabu (24/08/2022), Komisi B DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat, membahas pengelolaan aset milik pemkot Surabaya. Rapat tersebut dihadiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surabaya, Kadin Surabaya, berikut Dinas dan OPD terkait.

Menurut Riswanto, Komisi B menyambut baik wacana tersebut. Apalagi pemanfaatan aset lahan tidur itu nantinya, untuk pemberdayaan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“HIPMI dan Kadin menjelaskan nantinya yang mengerjakan itu seluruhnya dari warga MBR. Ini sesuai dengan visi dan misi wali kota,” imbuhnya.

Namun, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya ini mengingatkan, yang patut di perhatikan dari rencana ini adalah, dasar aturannya dulu.

“Yang pertama soal aset. Kita harus melihat dulu landasan hukumnya. Kalau memungkinkan baru sistem kerja samanya seperti apa. Ini yang lagi dijajaki Kadin, HIPMI dan Pemkot, dengan duduk bersama untuk menyiapkan kerangka kerja samanya,” terang dia.

Menurut Riswanto, pola kerja sama yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan, adalah dengan sistem sewa, karena sistem ini lebih mudah. Pemkot lebih gampang mengawasi dan menghitungnya.

Kalau dengan sewa, Hipmi dan Kadin tinggal mengajukan permohonan sewa ke pemerintah kota. Kalau sudah cocok dengan harganya, dilanjutkan dengan perjanjian sewa. Biasanya jangka waktu sewa yaitu 5 tahun, kemudian bisa diperbarui.

Dari pemetaan, pemkot Surabaya mempunyai 4 sampai 5 aset yang berpotensi untuk dikerjakan. “Tapi Hipmi dan Kadin baru menyanggupi satu aset lahan seluas 3,5 hektar di kelurahan Jeruk. Rencananya akan digunakan beberapa core bisnis, di antaranya urban farming,” kata Riswanto.

Kerjasama ini, imbuh dia, idealnya menguntungkan pemkot Surabaya serta pihak yang mengelola nantinya. “Yang penting bisa menambah PAD kota Surabaya. Dan yang lebih penting lagi menambah pendapatan warga MBR,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...