Rabu
19 Agustus 2026 | 4 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rutinkan Shalat Subuh Berjamaah, Bupati Malang Berharap Menjalar di Desa-desa

pdip-jatim-220815-subuhan-berjamaah-1

MALANG – Di bawah kepemimpinan Bupati HM Sanusi, Pemerintah Kabupaten Malang punya rutinitas baru. Setiap hari Minggu pagi, bupati bersama dengan jajarannya keliling di wilayah Kabupaten Malang, melakukan Shalat Subuh berjamaah.

Seperti pada Minggu (14/8/2022) kemarin Shalat Subuh berjamaah dilaksanakan di Masjid Baiturahim Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DMI Kabupaten Malang, Ketua LDII Kabupaten Malang, camat dan Muspika Sumbermanjing Wetan, serta ratusan jamaah dari Desa Harjokuncaran.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT. Shalat Subuh Berjamaah Bersama Bupati Malang ini merupakan program yang sudah lama diusulkan Ketua DMI Kabupaten Malang, KH Imam Sibaweh,” ungkap Sanusi, sebagaimana keterangan diterima media ini, Senin.

Pihaknya berharap, melalui program Shalat Subuh setiap minggu ini, semangat mengikuti dan melakukan shalat Shubuh secara berjamaah bisa menular dan menjalar di tingkat desa. Serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Sholat ini merupakan kepentingan bersama, bukan kepentingannya bupati. Namun kita mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.

Menurutnya, ketika jamaah semakin banyak, maka masjid tersebut semakin makmur. Sebab, jumlah jamaah pada Shalat Shubuh kerap hanya diisi beberapa orang.

Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi tersebut berharap, kegiatan serupa dapat diinisiasi oleh perangkat pemerintahan setempat.

Seperti camat maupun kepala desa dan lurah yang ada di Kabupaten Malang dapat mengajak juga mengampanyekan gerakan Shalat Subuh Berjamaah.

“Shalat Shubuh itu paling berat tapi kalau sudah dilaksanakan dan terbiasa maka shalat-shalat yang lainnya juga akan terasa semakin ringan,” ungkap Sanusi.

“Kalau sudah terbiasa semua akan jadi mudah sesuatu yang menjadi beban, karena tidak dinikmati dan merasa tertekan dan merasa menjadi beban akan menimbulkan kesulitan itu sendiri,” pungkasnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Ingatkan Efisiensi APBD 2026 Tak Geser Kepentingan Rakyat

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengingatkan agar perubahan anggaran daerah tetap berpijak pada ...
LEGISLATIF

Baktiono: Pedagang Pasar Tradisional Tak Boleh Dibiarkan Berjuang Sendiri

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, meminta pemerintah tidak membiarkan pedagang pasar ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Anggaran Stiker Penanda Penerima Bansos Rp2,8 Miliar Dipangkas

JEMBER – Dua anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho dan Indi Naidha, meminta Pemerintah ...
KABAR CABANG

Jaranan, Cara Seniman Trenggalek Memaknai Kemerdekaan

TRENGGALEK – Suara gamelan menggema dari halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Senin malam ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 5000 Pekerja Informal BPJS Ketenagakerjaan

BANYUWANGI – Gerakan sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Dalam program yang ...