Sabtu
03 Oktober 2026 | 12 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Atap SDN 7 Sidolaju Runtuh, Ketua DPRD Ngawi Minta Dinas Pendidikan Segera Usulkan Anggaran Perbaikan

IMG-20220725-WA0017_copy_900x507

NGAWI – Atap SD Negeri 7 Sidolaju, di Kecamatan Widodaren, Ngawi ambruk. Tiga ruang, tempat belajar siswa kelas I,II, dan III malfungsi, tidak lagi bisa digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.

Para siswa terpaksa belajar di luar ruang kelas. Pihak sekolah memfungsikan musala dan ruang perpustakaan sebagai tempat belajar sementara. Menggantikan ruang kelas yang atapnya runtuh pada Senin pekan lalu.

Robohnya ruang kelas di SDN 7 Sidolaju mendapat perhatian serius Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Heru Kusnindar. Politikus PDI Perjuangan tersebut meminta perbaikan ruang kelas yang atapnya roboh tersebut menjadi prioritas.

“Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diminta untuk mengusulkan anggarannya pada perubahan APBD  2022. Belum ada kata terlambat untuk dibahas sebelum P-APBD,” kata Heru, saat dihubungi Senin (25/7/2022).

Bagi Heru, runtuhnya atap ruang kelas di SDN 7 Sidolaju tersebut menjadi tanda tanya besar. Sebab, bangunan sekolah tersebut baru selesai dibangun tahun 2013 silam.

Heru menilai, semestinya bangunan fisik bisa bertahan setidaknya 20 tahun. Namun sudah rusak setelah sembilan tahun bangunan SDN 7 Sidolaju selesai dibangun.

“Bangunan fisik seperti di SDN 7 Sidolaju, seharusnya bisa bertahan 20 tahun,” kata Heru Kusnindar.

Dua organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Ngawi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) diminta Heru Kusnindar untuk melakukan investasi mendalam. Menyangkut sebab bangunan SDN 7 Sidolaju yang rusak belum waktunya.

“Kalau perencanaannya bagus, bangunan seharusnya berkualitas. Jika bukan disebabkan bencana alam atau force majeure, pasti ada hal yang salah pada saat pembangunan,” urai Heru Kusnindar.

Berkaca dari SDN 7 Sidolaju, Wakil Rakyat itu tidak ingin kejadian serupa terjadi di lembaga pendidikan lainnya. Heru Kusnindar menyebut, kejadian tersebut hendaknya menjadi pembelajaran.

“Eksekutif berkewajiban memfasilitasi proses belajar mengajar yang aman dan nyaman bagi siswa dan guru. Kejadian di Sidolaju, hendaknya menjadi pembelajaran,” katanya.

Lebih lanjut, Heru Kusnindar juga meminta dua OPD tersebut mengevaluasi sistem penilaian kerusakan bangunan sekolah. Dia berharap penilaian hasil survei bisa mendekati kondisi riil. Hal itu diharapkan dapat mendeteksi secara dini dan mencegah kerusakan bangunan sekolah agar tidak semakin parah.

“Kalau lebih tahu kerusakannya, bisa dilakukan perbaikan ataupun pemeliharaan rutin,” papar Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Heru Kusnindar, soal robohnya atap bangunan kelas SDN 7 Sidolaju. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...