Kamis
04 Juni 2026 | 6 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Minta Hari Lahir Pancasila Sebagai Hari Besar Nasional

pdip jatim - puan - grebeg pancasila
pdip jatim - puan - grebeg pancasila
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, saat berpidato mewakili keluarga Bung Karno dalam peringatan hari Lahir Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6/2015).

BLITAR – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani minta pemerintah menjadikan hari kelahiran Pancasila 1 Juni sebagai hari nasional. Permintaan ini disampaikan Puan saat berpidato mewakili keluarga Proklamator Ir Soekarno dalam upacara peringatan hari kelahiran Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6/2015).

“Saya berharap ke depan 1 Juni menjadi hari besar yang diakui pemerintah. Diakui seluruh bangsa bahwa tanggal 1 Juni hari lahir Pancasila,” katanya.

Puan juga mengapresiasi pimpinan MPR periode 2014-2019, yang melanjutkan tradisi peringatan hari lahir Pancasila yang sudah dimulai pada 2010 saat Taufik Kiemas menjabat sebagai Ketua MPR RI.

“Kami berterima kasih atas terselenggaranya acara pidato Bung Karno setiap tahunnya oleh MPR, dimulai sejak masa Pak Taufik Kiemas pada 2010,” kata Puan.

Baca juga: Mega dan Jokowi Hadiri Grebeg Pancasila

Putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu berharap acara tersebut bisa terus dilanjutkan setiap tahunnya untuk terus mengingatkan anak bangsa tentang ideologi dasar negara dan perjuangan Soekarno. “Kegiatan ini penting dilanjutkan agar tidak amnesia sejarah, saya ulangi agar tidak amnesia sejarah terhadap nilai luhur bangsa sendiri,” ujarnya.

Dia juga berharap peringatan hari kelahiran Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Bukan seremonial hanya diingat semata. Bahwa sila itu punya arti dan makna sebagai dasar negara untuk bisa dilaksanakan,” kata ucapnya.

Puan sempat membahas masa pemerintahan Orde Baru yang berusaha menyingkirkan ketokohan Soekarno. Padahal, jasa Soekarno sangat penting bagi bangsa Indonesia.

“Sebagai keluarga (Bung Karno), kami prihatin karena ada proses desoekarnoisasi di masa Orde Baru, mencampuradukkan antara posisi Bung Karno sebagai ideolog dengan kapasitasnya sebagai tokoh politik. Seharusnya proses politik tidak boleh mendistorsi apalagi memanipulasi aspek sejarah, apalagi soal Pancasila,” kata Puan. (goek)

Foto-foto, klik: Di Sini

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

PSBI Matangkan Persiapan Liga 4 Jatim, Bidik Prestasi hingga Putaran Nasional

PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. ...
LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...