Jumat
01 Mei 2026 | 4 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rakor Organisasi Wanita Se-Madura, Nia Fauzi Cerita Sejarah Sumenep hingga Potensi Wisata

PDIP-Jatim-Nia-Kurnia-Fauzi-22062022

SUMENEP – Ketua TP PKK Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, menghadiri acara rapat koordinasi (Rakor) dan silaturrahim dengan TP PKK, Perwosi dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Madura di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (21/6/2022).

Dalam acara tersebut, Mbak Nia, sapaan akrab Nia Kurnia Fauzi, memaparkan sejarah Kabupaten Sumenep hingga potensi wisata di kabupaten paling ujung timur Pulau Madura ini. Menurutnya, awalnya, bentuk pemerintahan di Sumenep adalah kerajaan yang dimulai pada saat Arya Wiraraja dilantik sebagai Adipati pertama Sumenep tanggal 31 Oktober 1269 masehi. Peralihan sistem pemerintahan dari kerajaan menjadi kabupaten dilakukan pada tahun 1929.

“Sampai dengan saat ini, Sumenep pernah dipimpin oleh 35 raja dan 16 bupati,” ungkap Mbak Nia, di hadapan para pengurus TP PKK, Perwosi dan DWP se- Madura.

Secara geografis, Sumenep terbagi atas dua wilayah, yakni daratan dengan 18 kecamatan dan kepulauan dengan 9 kecamatan yang meliputi 126 pulau, baik berpenghuni maupun tidak berpenghuni. Jumlah pulau yang berpenghuni ada sebanyak 48 pulau, sedangkan 78 pulau tidak berpenghuni.

Dari sisi potensi daerah, menurut istri Bupati Achmad Fauzi ini, Sumenep memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan. Baik itu wisata alam, budaya, religi, maupun buatan. Salah satu destinasi wisata di Sumenep yang tidak dimiliki daerah lain, ialah destinasi ‘Pulau Oksigen’ atau Pulau Gili Iyang, yang memiliki kadar oksigen terbaik kedua di dunia.

“Dari sisi sarana prasarana trasportasi, di Sumenep juga lebih lengkap, baik darat, laut, maupun udara. Karena Sumenep saat ini sudah punya Bandara Trunojoyo,” jelasnya.

Di samping itu, sampai saat ini Sumenep masih memiliki pendopo keraton yang terawat dengan baik, yakni Pendopo Keraton Sumenep.

“Keraton yang kita tempati saat ini merupakan salah satu warisan sejarah Sumenep yang begitu monumental, karena tidak hanya mencerminkan kemajuan Sumenep tempo dulu, tetapi juga melambangkan penghargaan yang begitu tinggi terhadap keberagaman,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Mbak Nia berharap kegiatan rapat koordinasi kali ini dapat meningkatkan jalinan silaturahim dan sinergisitas sesama pengurus organisasi wanita dalam membangun konektivitas dan kolaborasi kabupaten di wilayah kerja Bakorwil IV Pamekasan.

Upaya pemberdayaan perempuan saat ini menjadi isu yang sangat strategis di tengah upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di empat wilayah di Madura. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kualitas indeks pembangunan manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan di Madura masih sangat memperihatinkan.

Berkaitan dengan hal itu, perempuan yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep itu mengajak kepada TP PKK dan DWP kabupaten di wilayah kerja Bakorwil Pamekasan terus mendukung program kegiatan pemerintah kabupaten dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan peningkatan IPM.

“Selain itu, sebagai mitra pemerintah, TP PKK dan DWP Kabupaten juga harus terlibat dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah seperti upaya perbaikan kualitas pendidikan, perbaikan pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas SDM, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

May Day Produktif, Doding Ajak Buruh Tanam Pohon Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan di Trenggalek

Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan ...
LEGISLATIF

Puan: Isu Outsourcing, Ancaman PHK hingga Ojol Harus Dibaca Satu Kerangka Perlindungan Pekerja

Puan Maharani nilai isu outsourcing, PHK, hingga ojol harus dibaca dalam satu kerangka perlindungan pekerja di May ...
KABAR CABANG

May Day, PDIP Surabaya Rangkul Ojol Perempuan: Serap Aspirasi hingga Salurkan Bantuan

PDIP Surabaya rangkul 250 ojol perempuan saat May Day 2026, salurkan bantuan dan serap aspirasi pekerja informal. ...
EKSEKUTIF

Buruh dan Pemkab Lamongan Gelar Nobar Film Marsinah dan Orasi Kebangsaan

LAMONGAN – Dinas Tenaga Kerja Lamongan bersama sejumlah buruh menggelar kegiatan bersama dalam rangka peringatan ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Berhemat Anggaran Daerah, Siap Tiadakan Pokir dan Batasi Seremonial

MAGETAN – DPRD Magetan menegaskan komitmennya untuk memperkuat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ...
ROMANTIKA

Orde Baru Mengganti Hari Buruh dengan Hari Pekerja

SEJARAH perayaan Hari Buruh (May Day) di Indonesia mengalami pasang surut seiring dengan dinamika politik dan ...