Senin
10 Agustus 2026 | 6 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Optimalkan Pengelolaan Sampah, Pemkab Banyuwangi Perluas Program STOP

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-05062022

BANYUWANGI – Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, akan mulai dibangun tahun ini oleh Systemiq, NGO internasional, yang didanai pemerintah Norwegia, hingga menjangkau desa-desa.

Pembangunan TPST di Kecamatan Songgon merupakan perluasan program STOP (Stop Tapping Ocean Plastic) yang sebelumnya sudah berjalan di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, telah bertemu pihak Systemiq beberapa waktu lalu, saat mereka berkunjung ke Banyuwangi, yakni CEO sekaligus Managing Partner Systemiq, Taraneh Azzad dari London, Inggris, Director Waste Operation, Jason Hale, Director Project STOP, Mike Webster, serta mitra Systemiq, Ben Dixon dan Joi Danielson.

“Systemiq telah berpengalaman di Muncar, mendampingi pengelolaan sampah oleh warga sejak 2018. Berbekal pengalaman itulah, kami percaya dengan perluasan program ini ke lima wilayah kecamatan, maka pengendalian sampah bisa berjalan dengan baik. Layaknya di Muncar yang mendapat respons baik dari warga,” ujar Bupati Ipuk, Jumat (3/6/2022).

Seperti diketahui, project STOP diawali dari Muncar pada 2018. Pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, ini telah menjangkau 7.500 KK, dari empat desa di Kecamatan Muncar. Salah satu dampaknya, di desa tersebut tidak lagi terjadi banjir. Bahkan, sampah plastiknya telah diekspor ke Austria untuk didaur ulang.

Bupati Ipuk juga menjelaskan, saat ini, program tersebut dikembangkan dengan skala yang lebih luas. Melalui program bertajuk Banyuwangi Hijau, skalanya akan menjangkau lima kecamatan.

“Dengan program yang kami kelola bersama Systemiq ini diharapkan dapat berkontribusi sebesar 19,5 persen dari penanganan kebocoran sampah di Banyuwangi pada 2024,” jelas Bupati Ipuk.

Dalam rangka pembangunan tersebut, politisi PDI Perjuangan itu berharap gedung TPST di Songgon bisa mengadopsi arsitektur Banyuwangi dan pengelolaannya melibatkan warga Banyuwangi.

“Selain itu, saya berharap TPST nanti tidak hanya menjadi tempat pengolahan sampah saja, namun manajemen penanganannya juga lebih advance, mengingat kapasitasnya yang juga lebih besar. Kami harap, di TPST ini sampah yang diolah juga bisa diekspor seperti yang di Muncar,” tutur Bupati Ipuk.

Sementara itu, Managing Partner Systemiq, Taraneh Azzad, mengaku sangat mengapresiasi kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi selama ini. Menurutnya, antusiasme Pemkab Banyuwangi dan warga mendorong program ini berjalan dengan baik.

“Untuk itu, kami terus melanjutkan program ini, bahkan memperluas skala kerjanya. Kami saat ini akan membangun TPST di Desa Balak, yang diharapkan menjangkau desa-desa yang ada di 5 kecamatan sekitar,” ujar Taraneh.

Taraneh juga menegaskan, program yang dijalankannya tidak hanya sekedar membangun TPST saja, namun lebih dari itu juga pendampingan ke warga bagaimana melakukan manajemen pengelolaan sampah yang tujuan besarnya adalah mengubah perilaku masyarakat terkait sampah.

“Tak hanya membangun fasilitas, tapi warga juga kami dampingi dan edukasi. Sebab pengembangan fasilitas akan berhasil, apabila kita bisa mengubah perilaku orang sehari-hari. Bahkan, kalau ini semua berjalan dengan baik, rencana juga akan kami perluas lagi cakupan areanya,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

PSSI Jatim: Soekarno Cup Perbanyak Panggung Pemain Muda untuk Regenerasi Timnas

PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. ...
KRONIK

Tim Banteng Jatim FC Siap Ukir Sejarah Juara Berturut-turut di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan ...
OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...