Rabu
14 Oktober 2026 | 1 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Ngawi Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Sebelum Penerapan Zonasi PPDB

IMG-20220530-WA0023_copy_900x507

NGAWI – DPRD Kabupaten Ngawi menilai kebijakan zonasi PPDB sekolah negeri lahir prematur. Ketua Komisi II, Slamet Riyanto menyebut, untuk saat ini yang lebih dibutuhkan peningkatan mutu pendidikan, ketimbang pemerataan jumlah siswa tiap sekolah berbasis tempat tinggal.

“Mestinya sebelum zonasi PPDB, didahului zonasi mutu pendidikan. Jadi mutu pendidikan perlu ditingkatkan dahulu, mengingat alokasi anggaran untuk sektor pendidikan minimal 25 persen dari kekuatan APBD,” kata Slamet, Senin (30/5/2022).

Menurut Slamet, tujuan zonasi PPDB sekolah negeri pada dasarnya baik. Seperti halnya pemerataan siswa, dan untuk menghilangkan opini sekolah unggulan atau favorit dengan sekolah biasa.

Namun demikian, pihaknya menekankan, bahwa yang paling penting adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Alih-alih mementingkan kuantitas siswa.

Slamet menjelaskan, yang harus ditingkatkan terlebih dahulu berkaitan dengan kualitas tenaga pendidik. Para guru harus ditingkatkan baik kualitas, kapasitas dan kompetensinya. Sarana dan prasarana pendidikan seperti gedung sekolah, menurutnya juga harus ditingkatkan terlebih dahulu.

“Konsekwensinya kualitas pendidikan harus ditingkatkan. Bagaimana tenaga pendidiknya, bagaimana sarana dan prasarana pendidikan. Setelah itu dipenuhi, baru zonasi PPDB,” jelas Slamet Riyanto.

Politikus PDI Perjuangan itu berpandangan, penerapan PPDB berdasarkan zonasi bisa memicu hilangnya kompetisi antar sekolah. Menurutnya, dengan aturan PPDB zonasi lembaga sekolah tidak akan berlomba-lomba meningkatkan mutu.

“Tidak meningkatkan mutu siswanya tetap banyak. Itu salah satu dampak yang selama ini tidak pernah dibicarakan. Yang dibicarakan selama ini hanya, bagaimana sekolah dapat murid semua,” ujar Slamet.

Slamet beranggapan, kalau kebijakan zonasi PPDB tetap berjalan, sekolah negeri dibawah Pemkab akan semakin ditinggalkan masyarakat, seiring makin banyaknya sekolah swasta yang makin bagus mutunya.

“Mohon pemerintah pusat, kebijakan zonasi PPDB ditinjau kembali. Kita kembali ke kebijakan meningkatkan mutu pendidikan terlebih dahulu,”  papar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...
KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...