
NGAWI – Kader PDI Perjuangan yang menjabat Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menyampaikan bantahannya terkait berita beredar di sejumlah media yang menyebut namanya masuk dalam jajaran kepengurusan tingkat Jawa Timur sebuah partai.
“Saya ini tetap jadi kader PDI Perjuangan, bahkan sampai sekarang,” tegas Ony Anwar kepada awak media, Sabtu (23/4/2022).
Ony Anwar menyatakan, pihaknya tak pernah sekalipun dikonfirmasi perihal kesediaan menjadi pengurus partai tertentu seperti diberitakan media massa.
“Sebaiknya klaim sepihak seperti ini jangan dilakukan karena berpolitik kan harus ada etikanya. Saya sama sekali tak pernah ditanya atau dikonfirmasi, sampai tiba-tiba menyebar beritanya itu,” ujarnya.
Bupati Ony juga menyampaikan, pencatutan namanya tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, hal itu bisa berbuntut panjang dan bisa merugikan PDI Perjuangan.
“Pencatutan ini jangan dianggap remeh, karena eksesnya akan panjang. Dan akan sangat merugikan kita sebagai kader partai,” jelas Bupati Ony.
Tak hanya kepada awak media, Bupati Ony juga menegaskan hal serupa saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi Sapto Pribowo di Ngawi.
Baca juga:Johan Budi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ngawi
“Semalam kita sempat digegerkan, ada nama Bupati Ngawi masuk dalam anggota partai lain. Apakah baju saya pada sore hari ini tampak biru?” Kata Bupati Ony di hadapan kader-kader PDI Perjuangan Ngawi pada acara tersebut.

Keanggotaan Ony Anwar Harsono di PDI Perjuangan dipertegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Ngawi, Yuwono Kartiko. Faktanya, Ony Anwar Harsono memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan.
Bahkan dalam kepengurusan DPC PDI Perjuangan Ngawi, Bupati Ony menjadi Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), salah satu sayap partai berlogo kepala Banteng tersebut.
“Sampai sekarang, Mas Ony Anwar juga belum pernah bicara tentang pindah partai atau menyatakan mundur dari PDI Perjuangan,” tandas Yuwono Kartiko.
Ketua DPC Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyayangkan atas klaim sepihak tersebut. Dirinya juga menjelaskan bahwa Bupati Ony telah menjadi kader PDI Perjuangan sejak tahun 2010 silam.
“DPC PDI Perjuangan Ngawi sangat menyayangkan atas pencatutan nama Bupati Ngawi, dan kami menjamin sepenuhnya bahwa Mas Ony masih menjadi anggota PDI Perjuangan sejak tahun 2010,” papar Dwi Rianto Jatmiko.(mif/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









