Senin
10 Agustus 2026 | 7 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Kediri Canangkan Jugo Desa Kopi Organik, Targetkan 2 Tahun Sudah Ekspor

pdip-jatim-220410-arabica-dhito

KEDIRI – Program Desa Inovasi Tani Organik (Dito) yang digalakkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kini merambah komoditas kopi. Hanindhito menargetkan dua tahun mendatang hasil dari progam tersebut sudah siap ekspor.

Upaya ini dia lakukan karena melihat adanya potensi kopi yang besar di wilayah lereng Gunung Wilis. Untul itu, bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini menyiapkan lahan sekitar 35 hektar dan ditargetkan tahun depan akan menjadi pusat kopi organik.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebutkan, Desa Jugo di Kecamatan Mojo akan menjadi pilot projek tersebut. Nantinya, jelas Mas Dhito, kopi organik ini akan dikerjakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Kita akan lakukan pendampingan end to end-nya. Jadi, biar bisa mencetak biji yang benar berkualitas ekspor,” kata Mas Dhito, di Kabupaten Kediri, Minggu (10/4/2022).

Untuk mencetak biji kopi kualitas ekspor itu, pihaknya sudah minta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Anang Widodo untuk membuat dan memanage dengan baik production house untuk kopi ini.

“Terutama saat kopi sudah masuk di production house ini. Kalau production housenya baik, maka akan menghasilkan kopi yang baik juga,” tandasnya.

Terlebih tahun depan akan beroperasinya bandara, lanjut dia, Kabupaten Kediri bakal jadi titik tumpu baru setelah Surabaya.

Kemudian, menyambut hal tersebut kopi organik ini bakal jadi salah satu primadona UMKM yang mempunyai daya jual tinggi selain nanas dan mangga Podang.

Terpisah, Plt Kepala Dispertabun Anang Widodo menyebutkan, selain pengembangan kopi organik, gapoktan juga akan mendapatkan stimulan hewan ternak berupa kambing sebagai pemasok kotoran yang akan dijadikan bahan pupuk organik untuk kopi.

“Ada penguatan ternak. Gapoktan akan mendapatkan kambing yang akan berkembang biak. Dan kotorannya, akan dikembalikan menjadi pupuk untuk kopi ini,” terangnya.

Perihal target ekspor yang dicanangkan Mas Dhito, Anang menuturkan jika produksi lancar, di akhir tahun 2023 atau awal 2024 Kabupaten Kediri sudah bisa ekspor minimal 1 ton kopi organik.

Dia menyebutkan tujuan ekspor yang direncakan ada 10 negara termasuk negara Timur Tengah dan Malaysia. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Kontribusi Kendaraan Listrik Disesuaikan dengan Beban terhadap Jalan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong Pemprov Jatim menyusun kebijakan fiskal kendaraan listrik yang ...
KRONIK

Persaingan Soekarno Cup 2026 Ketat, Banteng Bali Matangkan Adaptasi dan Mental

SURABAYA – Tim Bali menunjukkan komitmen tinggi untuk merebut gelar juara Soekarno Cup 2026 dengan melakukan ...
KABAR CABANG

Ranting-Anak Ranting se-Kecamatan Bandung Terbentuk, DPC Harap Kader Muda Termotivasi Semangat Senior

TULUNGAGUNG – Struktur Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR) PDI Perjuangan se-Kecamatan Bandung ...
KRONIK

Terima Aspirasi Masyarakat, PDIP Jember Tegas Tolak Rencana Hutang Rp786 Miliar

JEMBER – Aksi penolakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meminjam Rp786 miliar melalui skema Lembaga ...
LEGISLATIF

Abdul Qodir Realisasikan Pokir 2026 untuk Bedah Rumah Warga di Malang

MALANG – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, merealisasikan anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Sisakan 4 Kecamatan, Konsolidasi Ditargetkan Tuntas Sebelum 17 Agustus

BLITAR – Konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memasuki tahap akhir. Dari seluruh wilayah yang ditargetkan, ...