Kamis
18 Juni 2026 | 9 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nguri-uri Sarana Transportasi Tradisional, Pemkab Kediri Gelar Parade Cikar

pdip-jatim-220325-cikar-kediri-1

KEDIRI – Ada yang istimewa dalam rangkaian acara memperingati hari jadi Kabupaten Kediri ke 1218 tahun. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata menggelar momen langka, Parade Cikar, Jumat (25/3/2022).

Sebanyak 40 ekor sapi ikut dilibatkan dalam acara parade sarana transportasi tradisional tersebut. Puluhan ekor sapi yang dilibatkan itu merupakan tipikal sapi pekerja yang biasanya digunakan para petani dalam aktivitas pertaniannya.

“Khusus sapi cikaran ini kita menggunakan jenis Brahman dan PO. Jenis Brahman dan PO adalah sapi yang tahan panas dan memiliki otot sangat kuat,” terang Pradeka Ipung Hariyanto, koordinator Bajingan Kediri, komunitas pelestari alat tradisional cikar.

Menurutnya alat transportasi tradisional cikar merupakan salah satu budaya nenek moyang yang perlu untuk dilestarikan. Yang terlibat dalam giat parade ini, sebutnya, merupakan gabungan dari sejumlah pemilik cikar yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kediri.

“Sapi sapi ini bisa diajak untuk bersahabat. Sangat jinak dan sangat nurut. Biasanya sahabat petani,” ujarnya.

Pradeka menjelaskan, para pemilik cikar yang ikat parade tergabung dalam komunitas Bajingan, yang kepanjangannya Bagus Ing Jiwo Angen Angen Ing Pangeran.

“Itu merupakan arti sebuah kepanjangan, jadi bukan bermakna jelek. Singkatan itu sebenarnya sudah ada, kita hanya nguri-uri saja,” jelas Pradeka.

Komunitas Bajingan Kediri dibentuk baru 3 tahun lalu. Komunitas ini dibentuk agar kendaraan tradisional cikar yang ada di wilayah Kabupaten Kediri tidak punah dan tetap lestari.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang hadir dalam Parade Cikar dan duduk di samping kusir sebuah cikar menjelaskan, bahwa alat transportasi cikar kesehariannya digunakan untuk mengangkut hasil panen petani menuju ke pasar.

Digelarnya Parade Cikar, lanjut kader PDI Perjuangan itu, untuk mengenalkan lebih dekat moda transportasi tradisional kepada anak muda dan anak cucu kelak. Cikar dulunya beroda besi dengan diameter 160 centimeter, namun seiring bergulirnya waktu sudah dilakukan modifikasi.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini tidak menyangka antusias warga menyaksikan parade cikar sangat tinggi. Hal itu semakin menyemangati para pemilik cikar, bahkan mereka ingin kegiatan tersebut bisa dijadikan even tahunan .

“Kita Pemerintah Kabupaten Kediri akan mencarikan ruang untuk kita buatkan acara rutin parade cikar,” kata Mas Dhito. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Siap Gelar RedTalk 2026, PAC PDIP Prajurit Kulon Ajak Pemuda Naik Kelas Jadi Pemimpin Masa Depan

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, akan menggelar RedTalk 2026 sebagai forum diskusi ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Polemik Batalyon TP di Silo

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh pihak menahan diri terkait polemik pembangunan Batalyon Teritorial ...
LEGISLATIF

Empat Masalah Serius Sektor Pertanian Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti empat persoalan utama yang dinilai ...
KABAR CABANG

PAC Ngariboyo Magetan Salurkan Bantuan untuk Warga Lansia

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngariboyo menggelar ...
KRONIK

Novita Hardini Siapkan Jalan bagi Talenta Muda Lewat UPRINTIS Futsal League 2026

Anggota DPR RI Novita Hardini menggelar UPRINTIS Futsal League 2026 sebagai wadah pembinaan talenta muda ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Gelorakan Semangat Gotong Royong Lewat Beragam Aksi Nyata di Bulan Bung Karno 2026

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 mulai dari bakti sosial, bazar ...