Sabtu
18 April 2026 | 10 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seperti Ini, Supersemar dari Sudut Pandang Narsum “Ngobrol Pintar”

pdip-jatim-220314-ngobrol-pintar-1

SURABAYA – Komunitas Ngobrol Pintar menggelar history class di Cafe Historisma, Kota Surabaya, Minggu (13/3/2022). Topik yang dibabar, “Soekarno dan Supersemar” .

“History Class ini diselenggarakan terkait dengan momentum peristiwa 11 Maret 56 tahun lalu, yang dikenal dengan penyerahan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar-red), diikuti 50 peserta,” jelas Aven Januar, koordinator panitia kepada media, Senin (14/3/2022).

Hadir sebagai pembicara yakni sejarahwan dan juga Komisaris PT PLN Eko Sulistyo, budayawan Jawa Timur Henky Kurniadi, dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr Moch Mubarrok.

Didampingi advokat senior Surabaya Edward Dewaruci sebagai host, menurut Aven, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Komunitas Ngobrol Pintar bersama PT PLN.

Sementara itu, saat di depan peserta history class, Eko Sulistyo di antaranya menyebutkan, bahwa memahami sejarah masa lalu merupakan cara yang paling efektif untuk mendapatkan perspektif baru tentang kehidupan masa kini dan masa depan.

Eko yang juga mantan Deputy 4 Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ini menambahkan bahwa ada beberapa sudut pandang dalam peristiwa sejarah Supersemar.

Sudut pandang pertama yang selalu dibahas banyak pengamat adalah polemik yang melingkari peristiwa bersejarah tersebut.

Baca juga: Gebrakan “Ngopi” di Awal 2022, Kupas Soal CSR BUMN

“Tapi bagi saya, sudut pandang yang lebih rasional adalah posisi Soekarno yang saat itu “wajib” dijatuhkan oleh dunia barat. Mengapa begitu, karena potensi sumberdaya alam Indonesia yang sedemikian besar, sehingga Supersemar adalah bagian dari konspirasi besar negara-negara barat untuk mencoba merebut kembali potensi Indonesia tersebut,” beber Eko.

Pada kesempatan kedua, Henky Kurniadi memaparkan secara jelas bahwa Soekarno saat jelang 1966 itu, sebenarnya dengan ideologi nasionalisnya anti kolonialisme. Hal tersebut yang bagi negara barat dianggap mendukung komunisme atau kutub timur.

Sementara, justru Soekarno berusaha tetap setia menolak ideologi timur maupun ideologi barat, dengan mengusung gerakan non blok.

“Di awal 1960-an, blok barat memunculkan ide dasar pertama tentang globalisasi dan free market (pasar bebas-red). Tapi di saat bersamaan Soekarno berkampanye menolak ide dasar globalisasi itu, dimana Soekaeno melihat itu adalah bentuk baru dari penjajahan gaya baru atau neokolonialisme,” papar Henky yang juga mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI periode 2014-2019 ini.

Dengan latar belakang itulah, dia meyakini bahwa blok barat mulai menyusun skenario besar untuk konspirasi bersama beberapa pendukung utamanya di dalam pemerintahan Soekarno untuk menjatuhkan kekuasaan Soekarno di Indonesia.

Terkait Supersemar, dosen FISH Unesa Dr Mubarok menyebut, selalu dikaitkan dengan adagium, bahwa sejarah adalah ditulis dan dikonstruksi hingga dinarasikan oleh para pemenang, padahal itu belum tentu kebenaran.

Mengapa begitu? Mantan aktifis PMII ini menjelaskan, bahwa hal tersebut muncul dikarenakan banyaknya kepentingan yang melingkari narasi Supersemar yang bagi orde baru di bawah kepemimpinan soeharto untuk memperkuat legitimasi kekuatannya sendiri.

“Munculnya konspirasi Supersemar itu dikarenakan adanya dua faktor utama, yakni intervensi kekuatan asing khususnya blok barat, dan yang kedua adalah peristiwa politik itu unpredictable (tidak terprediksi-red) waktu itu. Termasuk Soekarno yang begitu kuat bisa dengan cepat mengalami fase kejatuhannya,” papar Mubarok. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Wiwin Sumrambah Imbau Warga Jombang Antisipasi Kemarau Panjang dan Perkuat Cadangan Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, mengimbau masyarakat ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
HEADLINE

Megawati usul Konferensi Asia-Afrika Jilid II Atasi Masalah Geopolitik

JAKARTA – Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Tegaskan Literasi Digital Perempuan Jadi Kebutuhan, Bukan Pilihan

Erma Susanti menegaskan literasi digital bagi perempuan kini menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Voucher Parkir Surabaya Inklusif, Harus Mudah Diakses Semua Warga

Eri Irawan dorong voucher parkir Surabaya harus inklusif dan mudah diakses semua warga, termasuk yang belum melek ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Dorong Evaluasi Tambang Jatim, Soroti Dampak Galian C di Magetan

Diana Sasa mendorong evaluasi tambang di Jawa Timur setelah keluhan warga terkait dampak galian C di Magetan, mulai ...