PONOROGO – Lembaga Dakwah PCNU Ponorogo menggelar pengajian rutin Ahad Pon dalam rangka Harlah ke-99 NU di halaman Masjid NU Ponorogo, Minggu (13/3/2022). Hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, dan Ketua PCNU Ponorogo, Fatkhul Azis.
Dalam tausiahnya, Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuki Mustamar sempat menyinggung kelangkaan minyak goreng. Apalagi, bulan Ramadan tinggal menghitung hari, yang identik dengan meningkatnya kebutuhan bahan pokok.
Ia meminta Bupati Sugiri untuk proaktif dengan mengalihkan dana CSR sebagai biaya subsidi minyak goreng, yang biasanya sebagai cadangan kredit macet. Dana itu, jelas Kiai Marzuki, bisa dimanfaatkan untuk menyubsidi minyak goreng jika tidak ada kredit macet.
“Subsidi minyak goreng pakai dana CSR yang 2 persen. Kenek ngge (bisa untuk) ambil, dikumpulkan untuk subdisi minyak. Kula mboten ngerti (prosedurnya),” jelas Kiai Marzuki di depan pengurus PCNU, Bupati Sugiri dan ribuan warga Nahdliyyin yang memadati halaman Masjid NU Ponorogo.
Menanggapi permintaan Kiai Marzuki, Bupati Sugiri mengatakan, pihaknya akan terus menggelar operasi pasar minyak goreng hingga kondisi stabil.
Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu juga menjelaskan, pihaknya baru saja menggelontorkan lagi 6 ribu liter minyak goreng, pada Pasar Krempyeng se-Kabupaten Ponorogo, yang berlangsung setiap 2 pekan sekali.
“Minyak kan berlaku di seluruh Indonesia. Kami sudah penetrasi beberapa kali. Kemarin, Pasar Krempyeng, operasi pasar ini sampai stabil,” ujar Kang Giri, sapaan akrabnya.
Namun demikian, Kang Giri berharap masyarakat juga tidak aji mumpung dengan menimbun minyak goreng, yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat banyak. “Tapi saya berharap jangan ditimbun, saat saya drop lalu ditimbun,“ tandasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













