MALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari mengajak warga Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berkoperasi, kemarin. Ajakan ini untuk mendukung upaya pemerintah Presiden Joko Widodo dalam memberantas kemiskinan.
Untari mengatakan, koperasi adalah wadah mewujudkan ekonomi kerakyatan. Melalui koperasi masyarakat dapat berdaya secara ekonomi melalui implementasi prinsip self help, mutual help atau menolong diri sendiri secara bersama-sama.
“Jadi memang panjenengan ini adalah bagian dari masyarakat yang harus diperhatikan. Sebagaimana amanah dari konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial,” kata Untari.
Untari menceritakan, dia pernah merasakan hidup di bawah garis kemiskinan pada era-era krisis moneter di tahun 1998. Oleh sebab itu dia memahami kesulitan yang dialami masyarakat dan berkomitmen untuk bersama-sama membantu pemerintah memberantas kemiskinan.

“Panjenengan adalah permata hatinya Pak Jokowi, jangan sedih dan berkecil hati. Saat ini pemerintah sudah memperhatikan panjenengan. Inilah tanggung jawab orang-orang seperti saya sebagai wakil panjenengan semua di DPRD Provinsi,” tuturnya.
Sehingga sebagai Ketua Umum Koperasi SBW, dia siap untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat yang ingin berdaya secara ekonomi baik melalui pembukaan usaha mandiri maupun kelompok.
Saat ini, terang dia, Koperasi SBW memiliki program KPPK (Kelompok Pedagang dan Pengusaha Kecil) untuk memberikan akses permodalan kepada masyarakat yang memiliki usaha atau berniat mendirikan usaha sendiri baik secara kelompok maupun pribadi.
“Kita punya program itu, satu dapat permodalan dapat pendampingan. Selain itu, setiap hari raya dapat parcel, dapat kalender, dapat kesehatan,” bebernya.

“Koperasi SBW punya Dokter Praktek Perorangan (DPP) sendiri dan bekerjasama dengan klinik-klinik dan dokter praktik perorangan. Ketika ada yang sakit mereka tinggal bawa kartu saja untuk berobat disitu,” sambung Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.
Sementara itu, salah satu peserta Reses di Gedung Serbaguna Panglima Mahkota, Kelurahan Tunggulwulung Siti Maulidia mengaku dirinya sangat termotivasi untuk ikut bergabung dalam koperasi setelah mendengarkan penjelasan Sri Untari.
Selama pandemi ini, dia mengaku sulit untuk mendapatkan konsumen. Dia sehari-hari memproduksi kue-kue kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
“Alhamdulillah ternyata ada koperasi seperti SBW yang memberikan bantuan modal dengan bunganya sangat rendah. Sehingga bisa membantu kita untuk mendapatkan modal dengan nominal yang sama dari bank,” ujar Siti Maulidia. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










