Kamis
30 April 2026 | 6 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dikukuhkan sebagai Duta Penurunan Stunting, Ini Program Nia Fauzi

PSX_20211221_112932-min

SUMENEP – Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, dikukuhkan sebagai Duta Penurunan Stunting oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia pada Minggu (19/12/2021) kemarin.

Piagam pengukuhan diberikan langsung oleh Kepala BKKBN RI, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo SPOG (K) kepada Bunda GenRe Sumenep, Nia Kurnia Fauzi pada saat Pengukuhan Bunda Genre dan Duta Penurunan Stunting yang diselenggarakan bersamaan dengan Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu bagi Calon Pengantin di Hotel Wyndham Surabaya, Jawa Timur.

Nia Kurnia Fauzi dikukuhkan jadi Duta Penurunan Stunting karena jerih payah dan keterlibatannya secara aktif dalam pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Sumenep.

Saat dikonfirmasi, Nia mengaku senang dan bangga atas dikukuhkan dirinya sebagai Duta Penurunan Stunting. Dia mengatakan, amanah yang diembannya itu akan dijadikan pelecut semangat dalam mencegah kasus stunting di kabupaten berjuluk Kota Keris.

“Alhamdulillah saya kemarin dan beberapa istri bupati dan walikota di Jawa Timur dikukuhkan sebagai Duta Penurunan Stunting,” kata Nia saat dikonfirmasi pada Selasa (21/12/2021).

Menurut Nia, sebagai Duta Penurunan Stunting, dirinya telah menyiapkan beberapa program untuk mencegah stunting di Kabupaten Sumenep. Salah satu program yang akan dilakukan yakni menggencarkan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat.

“Edukasi dan sosialisasi sangat penting, karena masih banyak masyarakat kita khususnya di pedesaan yang belum paham cara mencegah Stunting,” jelas Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep itu.

Nia cukup lega, karena untungnya program-program pencegahan stunting sebelumnya sudah masuk dalam rangkaian tugas TP PKK.

“Alhamdulillah kegiatan yang rencana akan saya lakukan kedepan sebetulnya sudah tercover di kegiatan 10 Program Pokok PKK Kabupaten Sumenep. Jadi kami berharap gerakan itu bisa berjalan dengan program yang ada di TP PKK,” tuturnya.

Selama ini, tambah Nia, TP PKK kabupaten hingga desa sudah gencar melakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting. Bahkan, menurut dia, pihaknya selain memberikan sosialisasi dan edukasi, juga memberikan bantuan kepada penderita stunting.

“Selain sosialisasi, kami juga aktif memberikan pendampingan dan bantuan berupa sembako dan makanan bergizi, seperti yang sudah kami lakukan kemarin di Kecamatan Manding,” ungkapnya.

Terakhir, politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan, untuk mencegah kasus Stunting tidak bisa dilakukan oleh dirinya dan TP PKK saja, melainkan butuh kerjasama dan keterlibatan semua pihak, seperti pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, para pemuda dan masyarakat secara umum.

“Kami mengajak semua pihak bergandengan tangan dan bergotong royong dalam melakukan pencegahan Stunting, karena stunting itu tidak hanya diderita oleh masyarakat miskin saja, tetapi juga banyak ditemukan diderita oleh keluarga ekonomi menengah ke atas,” kata Nia, memungkasi. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Sidoarjo Kirimkan Tenaga Medis dalam Peringatan Hari Buruh di Malang, 500-an Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo memberangkatkan tenaga medis untuk mendukung perayaan Hari Buruh ...
KRONIK

Bantuan Pangan di Ngawi Jangkau 166.903 Keluarga

NGAWI – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat Kabupaten Ngawi melalui Perum Bulog. Bantuan ...
HEADLINE

PDIP Sapa Ribuan Buruh Rokok di Malang, Tegaskan Komitmen Perjuangkan ‘Trilayak’ Jelang May Day

PDIP sapa ribuan buruh rokok di Malang jelang May Day 2026, tegaskan komitmen perjuangkan Trilayak dan hak buruh ...
LEGISLATIF

Komisi VIII DPR Minta Praktik Haji Ilegal Ditindak Tegas 

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah ...
KRONIK

Hasto: RUU Ketenagakerjaan Harus Berpijak pada Sejarah dan Ideologi Pembebasan Buruh

Hasto Kristiyanto menegaskan RUU Ketenagakerjaan harus berbasis ideologi pembebasan buruh dalam FGD May Day 2026 ...
KRONIK

Dewan dan Tim Medis di Magetan Jenguk Pasien Kecelakaan Kerja 11 Tahun Lalu, Sarankan Mau Dirujuk

MAGETAN – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan Suyono Wiling bersama tim Medis RSUD dr. Sayidiman mendatangi ...