Jumat
17 Juli 2026 | 11 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa Ajak Milenial Kampanyekan Gerakan Melawan Lupa di Medsos

pdip-jatim-211209-sasa-diskusi-98-1

SURABAYA – Diskusi lintas generasi di Rumah Gusdurian, Jalan Mawar Surabaya, Rabu (8/12/2021) sore berlangsung gayeng. Topik diskusi, seputar pembuatan film Herman dan Bimo.

Obrolan gayeng antara aktivis 98 dan generasi milenial itu dimulai beberapa saat setelah pemutaran film Herman dan Bimo.

Selama diskusi, anak-anak muda rata-rata bergabung dalam organisasi pergerakan seperti PMII, GMNI, PMKRI, LAMRI, GMKI, dan yang lainnya itu nampak antusias.

Apalagi, acara ‘Diskusi dan Screening Film Herman dan Bimo’ di Rumah Gusdurian itu dihadiri pegiat literasi dan penulis buku, Diana Amaliyah Verawatiningsih.

Di sela diskusi, Diana Amaliyah yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini mengajak generasi milenial membantu gerakan melawan lupa dan memperluas informasi kepada publik mengenai adanya mahasiswa aktivis 98 yang dinyatakan hilang hingga sekarang.

Salah satu cara yang mudah, sebut legislator yang lekat dengan sapaan Diana Sasa ini, dengan memviralkan film Herman dan Bimo lewat berbagai platform digital, atau media sosial (medsos) yang menjadi dunianya anak zaman sekarang.

“Kita membutuhkan kesediaan dan kesadaran kalangan milenial untuk ikut andil menyebarkan film ini sebagai bentuk perluasan informasi tentang kasus penculikan mahasiswa, hingga penghilangan paksa beberapa kawan yang hingga sekarang tiada kejelasan penanganan kasusnya itu, melalui medium media sosial,” beber Sasa, Kamis.

Aktivis PMII saat masih kuliah di Unesa Surabaya ini menyebut, ada gap informasi antara peristiwa sejarah era reformasi dengan anak muda zaman sekarang.

“Mereka mungkin tahu peristiwanya, tapi tidak paham persoalannya. Atau bahkan banyak yang tidak tahu sama sekali kalau ada mahasiswa yang hilang dan hingga kini tidak jelas nasibnya itu,” sebutnya.

Dia memahami, eranya memang berbeda, sehingga jalur penyerapan informasi juga sudah jauh berbeda. Menurutnya, anak muda sekarang dekat dengan gadget, teknologi, dan informasi yang serba cepat.

“Maka jika ingin memasukkan informasi masa lalu agar mereka tidak ahistori, ya harus menggunakan medium yang dekat dengan dunia mereka,” tandasnya.

Dalam diskusi itu, Diana Sasa membeberkan pengalaman yang tak bisa dia lupakan saat berencana membuat buku tentang Herman beberapa tahun silam.

“Sewaktu saya mewawancara Ibunda Herman ketika beliau masih hidup, saya menyaksikan beliau setiap hari diam duduk di depan pintu rumah. Jika ditanya beliau menjawab ‘Menunggu Herman pulang’. Ini benar-benar memilukan bagi saya. Betapa beratnya dampak psikis orang tua yang kehilangan anaknya,” kenangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Gusdurian Jawa Timur, Yuska Harimurti saat diskusi. Dia mengatakan setiap generasi punya tanggung jawab untuk meluruskan sejarah.

“Menjadi tanggung jawab kita untuk menyampaikan informasi apa yang telah terjadi agar tidak terulang kembali. Bahwa negara kita juga punya catatan kelam,” ujar Yuska.

Pemutaran film Herman dan Bimo dalam diskusi ini digagas Pusmira (Pusat Studi Informasi Masyarakat Indonesia).

Film ini menceritakan tentang Herman Hendrawan dan Bimo Petrus Anugerah mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID). Keduanya aktif dalam pergerakan menuntut reformasi di rezim orde baru.

Di tengah upayanya menuntut reformasi, kedua aktivis ini dihilangkan paksa dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. (sani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...
LEGISLATIF

Lengkap, Ini Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Lumajang Terhadap Raperda P-APBD 2026

LUMAJANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Ingatkan Keberhasilan Hotline Ditentukan Respons Cepat dan Tindak Lanjut Aduan

DPRD Kota Surabaya menegaskan keberhasilan program hotline Pemkot Surabaya bergantung pada komitmen menindaklanjuti ...
KABAR CABANG

Terus Bergerak dari Akar, DPC Magetan Mantapkan Penguatan Struktur

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus melanjutkan tahapan agenda Musyawarah Ranting dan Anak Ranting ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Desak Bappeda Kaji Ulang Rencana Pemindahan Lokasi Alun-Alun Kabupaten Malang

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Bappeda mengkaji ulang rencana pemindahan lokasi Alun-Alun ...
KABAR CABANG

Wujudkan “Rumah Rakyat”, Kantor DPC Tuban Jadi Tempat Menginap Atlet Pencak Silat

TUBAN – Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban dialihfungsikan sementara sebagai tempat ...