NGAWI – Setiap musim kemarau, masyarakat Dusun Ngemplak, masuk Desa Ketanggung Kecamatan Sine, selalu mengalami kekurangan air bersih. Kejadian tersebut telah berlangsung cukup lama. Apalagi saat musim kemarau panjang. Sumur-sumur warga di sana dipastikan kering kerontang.
Sadar akan potensi bencana kekurangan air bersih, masyarakat dusun tersebut bergotong-royong membangun sumur dalam. Termasuk membuat tandon penyimpanan airnya.
Sumur dalam dan tandon dibangun masyarakat di sana secara swadaya. Satu sama lain saling urunan demi kepentingan hajat hidup orang banyak.
Namun setelah berdiri dan siap digunakan, tandon penyimpanan air itu masih belum ada penutupnya. Air yang disimpan dalam tandon rawan terkontaminasi oleh kotoran atau debu yang berterbangan.
Kekhawatiran akan kwalitas air di tandon yang tanpa penutup pun muncul di benak warga. Mereka pun mengadu pada Slamet Riyanto, anggota DPRD Kabupaten Ngawi dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menanggapi hal itu, ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi itu langsung bergerak cepat. Memberikan bantuan berupa dana untuk pengadaan tutup tandon, agar kualitas air tetap terjaga.
“Tutup tandon penyimpanan air di dusun tersebut kebutuhan sangat mendesak. Dan sebagai bentuk kepedulian kami, maka kami fasilitasi penutup tandon tersebut,” kata Slamet, Rabu (8/12/21).

Slamet menuturkan selain untuk meringankan beban pembangunan masyarakat dusun tersebut, pemberian tutup tandon itu juga sebagai apresiasi atas gotong royong masyarakat dalam mengentaskan masalah kekurangan air di kala musim kemarau.
“Alhamdulillah masyarakat di sana sudah bisa membuat sumur dalam berikut tandon air secara swadaya,” tutur dia.
Dia pun berharap, setelah mulai bisa digunakannya sumur dalam dan tandon air, krisis air bersih di dusun tersebut tidak akan kembali terjadi.
Sementara itu, perwakilan masyarakat dusun Ngemplak mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dari legislator PDI Perjuangan itu.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Slamet, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami semua. Sehingga tandon air ini bisa difungsikan dengan laik tanpa khawatir dengan perubahan kwalitas air,” ucap Hermawan warga sekitar. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









