MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono SSos menggelar silaturahmi dengan kader-kader Banteng di aula DPC PDI Perjuangan Magetan, Sabtu (27/11/2021). Pada kesempatan itu wakil rakuat dari PDI Perjuangan tersebut menyampaikan perihal wawasan kebangsaan.
Silaturahmi dihadiri pengurus DPC, PAC, anggota Fraksi DPRD Magetan dan para aktivis dari organisasi
“Kami sampaikan terima kasih atas kehadirannya. Terlihat begitu bersemangatnya kader-kader Banteng Magetan,” ungkap Deni Wicaksono dalam silaturahmi tersebut.
Dengan silaturahmi, kata Deni, ia yakin soliditas dari para kader akan terbangun. Apalagi, kata Deni mengingatkan, PDI Perjuangan telah menetapkan untuk memetik kemenangan ketiga kali secara beruntun pada Pemilu 2024.
“Silaturahmi membangun kesolidan partai. Siapapun calonnya, kader harus tegak lurus dan mendukung instruksi Partai,” kata Deni soal pilpres.

Selain bersilaturahmi, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut menyampaikan wawasan kebangsaan. Yang menurut dia, adalah cara pandang Bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan kewilayahan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Deni berharap, toleransi di Magetan harus lebih ditingkatkan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku keseharian. Hal tersebut untuk mewujudkan masyarakat Pancasila yang penuh dengan sikap toleransi daan persatuan.
Selain itu, Deni juga memparkan adanya berita berita bohong atau hoax yang kerap menyerang Pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Ia pun mengajak para kader untuk bersama-sama menangkal berita-berita bohong tersebut.
“Karena kebohongan yang diakukan terus menerus akan bisa dipercaya menjadi kebenaran jika tidak ditangkal,” tandas Deni Wicaksono.
Tak kalah penting, kata Deni, agar para kader untuk terus menerus mengembangkan dan menguatkan kebudayaan lokal di tengah arus deras serbuan budaya asing yang kadang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










