BATU – DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) se-Malang Raya bersama dengan Komnas Perlindungan Anak dan MPC Pemuda Pancasila Kota Batu melakukan pendampingan kepada korban dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami alumni siswa SMA SPI ke Polres Kota Batu, Senin (15/11/2021).
Perwakilan Repdem se-Malang Raya, M. Syahrul menjelaskan motif pelaporannya ini didasarkan kepada pengaduan para korban. Oleh sebab itu pihaknya bergerak menyampaikan aduan masyarakat kepada pihak yang berwajib.
“Sifat kita adalah pengaduan masyarakat, karena ini berawal dari adanya pengakuan kawan-kawan. Sehingga kita bersepakat mengajukan pengaduan masyarakat untuk kemudian kita akan melakukan pendampingan secara hukum,” terang M. Syahrul, usai mengajukan laporan di Polres Batu.
Dia mengatakan, dalam tahapan pelaporan kali ini pihaknya mendampingi sebanyak 5 orang korban. Sekaligus saat ini, setelah pihaknya menyampaikan laporan secara tertulis kelima orang tersebut tengah menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk dimintai keterangan.
“Mereka berlima saat ini sudah lulus, mereka mengkhawatirkan adik-adiknya yang disana itu, mengalami nasib yang sama dengan mereka,” ujarnya.
Syahrul juga mengungkapkan, proses pelaporan ini adalah awal dari pengusutan dugaan kasus yang lebih mendalam. Sebanyak 5 orang ini, adalah pihak yang menyatakan diri berani dan bersedia memberikan keterangan.
Masih terdapat 2 orang korban, tutur Syahrul, yang masih tertutup dan menolak memberikan keterangan kepada pihak yang berwajib.
“Cuma kalau ini kita laporan dan ada surat resmi dari pihak berwajib, insya Allah mereka dan keluarganya akan menghormati panggilan tersebut,” tutur Ketua DPC Repdem Kota Batu tersebut.
Syahrul yang juga alumni GMNI ini mengatakan, pihaknya akan berupaya secara optimal untuk memberikan keadilan bagi para korban pelecehan seksual di SMA SPI.
Bagi dirinya, keadilan bagi para korban adalah prioritas utama, terutama demi kebaikan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Kota Batu. Agar para pelajar Indonesia dapat mengenyam bangku pendidikan dengan tenang, terbebas dari kekerasan dan pelecehan seksual. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









