Kamis
22 Oktober 2026 | 12 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sowan ke Kyai, Upaya Diana Sasa Agar Tetap Istiqomah dalam Bertugas

pdip-jatim-211103-sasa-ponpes-ponorogo-1

PONOROGO – “Silaturahmi adalah cara untuk menyambung tali persaudaraan agar hubungan dengan sesama manusia tidak terputus,” tutur anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih, saat di Ponorogo, Rabu (3/11/2021).

“Dengan bersilaturahmi-lah bisa memberikan manfaat baik di dunia maupun di akhirat,” imbuhnya.

Karena itu, di sela kunjungan ke dapilnya, yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek, Banteng perempuan ini selalu menyempatkan waktunya untuk silaturahmi. Khususnya dengan kalangan pesantren.

Seperti pada Senin (1/11/2021), legislator yang lekat dengan sapaan Diana Sasa ini sowan ke KH Burhanuddin Amin, pengasuh kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fattah, Kikil, Arjosari, Kabupaten Pacitan.

Nah, di hari yang sama, dia juga sempat silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Mardliyyah di Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Sebagai wakil rakyat, jelas Diana Sasa, bersilaturahmi kepada ulama merupakan salah satu cara menjaga istiqomah dalam menjalankan tugas, dan tidak mengkhianati amanah rakyat.

“Agar tetap bisa menjaga hati dan pikiran di jalan yang lurus, tidak mengkhianati amanah rakyat. Salah satunya bersilaturahmi dengan ulama, biar saya ingat,” bebernya.

Saat sowan ke Pesantren Al Mardliyyah, pegiat literasi ini disambut takzim para santri putra-putri, dan pengurus ponpes. Layaknya keluarga, Diana Sasa disambut dan dijamu penuh kehangatan.

Menurutnya, pengasuh Ponpes Al Mardliyyah adalah teman pengajian ayahnya, dan dia merasa banyak dibantu saat pencalegan lalu.

Baca juga: Pengasuh Al-Fattah Kikil Ingin Diana Sasa Jadi Aspirator Pesantren

Menurutnya, pengasuh Ponpes Al Mardliyyah dulu adalah gurunya mengaji, dan dia merasa banyak dibantu.

Usai berbincang-bincang dan bersenda gurau, Diana Sasa berkeliling melihat masjid di belakang pondok. Masjid yang usai direnovasi menjadi semakin elok itu merupakan masjid bersejarah yang telah berumur sekitar 1.600 tahun.

Dia pun menyempatkan shalat dan berdoa di masjid tua itu. “Saya juga membuka pintu bila pondok ingin mengajukan proposal bagi pengembangan fisik pesantren,” pungkasnya. (jrs/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Gerakan Pangan Murah di Blitar, Rijanto Ajak Warga Hemat Pengeluaran Keluarga

Bupati Blitar Rijanto mengajak warga memanfaatkan Gerakan Pangan Murah di Gandusari untuk memenuhi kebutuhan ...
LEGISLATIF

70 Ribu Balita Terserang ISPA, Puan Desak Pemerintah Segera Atasi Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ...
KRONIK

Sony Serahkan Bantuan Alsintan pada 23 Kelompok Tani, Tegaskan Gratis

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyalurkan bantuan 26 unit alat dan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...