Jumat
24 Juli 2026 | 3 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sowan ke Kyai, Upaya Diana Sasa Agar Tetap Istiqomah dalam Bertugas

pdip-jatim-211103-sasa-ponpes-ponorogo-1

PONOROGO – “Silaturahmi adalah cara untuk menyambung tali persaudaraan agar hubungan dengan sesama manusia tidak terputus,” tutur anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih, saat di Ponorogo, Rabu (3/11/2021).

“Dengan bersilaturahmi-lah bisa memberikan manfaat baik di dunia maupun di akhirat,” imbuhnya.

Karena itu, di sela kunjungan ke dapilnya, yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek, Banteng perempuan ini selalu menyempatkan waktunya untuk silaturahmi. Khususnya dengan kalangan pesantren.

Seperti pada Senin (1/11/2021), legislator yang lekat dengan sapaan Diana Sasa ini sowan ke KH Burhanuddin Amin, pengasuh kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fattah, Kikil, Arjosari, Kabupaten Pacitan.

Nah, di hari yang sama, dia juga sempat silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Mardliyyah di Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Sebagai wakil rakyat, jelas Diana Sasa, bersilaturahmi kepada ulama merupakan salah satu cara menjaga istiqomah dalam menjalankan tugas, dan tidak mengkhianati amanah rakyat.

“Agar tetap bisa menjaga hati dan pikiran di jalan yang lurus, tidak mengkhianati amanah rakyat. Salah satunya bersilaturahmi dengan ulama, biar saya ingat,” bebernya.

Saat sowan ke Pesantren Al Mardliyyah, pegiat literasi ini disambut takzim para santri putra-putri, dan pengurus ponpes. Layaknya keluarga, Diana Sasa disambut dan dijamu penuh kehangatan.

Menurutnya, pengasuh Ponpes Al Mardliyyah adalah teman pengajian ayahnya, dan dia merasa banyak dibantu saat pencalegan lalu.

Baca juga: Pengasuh Al-Fattah Kikil Ingin Diana Sasa Jadi Aspirator Pesantren

Menurutnya, pengasuh Ponpes Al Mardliyyah dulu adalah gurunya mengaji, dan dia merasa banyak dibantu.

Usai berbincang-bincang dan bersenda gurau, Diana Sasa berkeliling melihat masjid di belakang pondok. Masjid yang usai direnovasi menjadi semakin elok itu merupakan masjid bersejarah yang telah berumur sekitar 1.600 tahun.

Dia pun menyempatkan shalat dan berdoa di masjid tua itu. “Saya juga membuka pintu bila pondok ingin mengajukan proposal bagi pengembangan fisik pesantren,” pungkasnya. (jrs/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...