NGANJUK – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyatakan, pihaknya membebaskan biaya perawatan korban keracunan massal makanan hajatan pernikahan.
Plt Bupati Marhaen Djumadi menjelaskan, bahwa sebanyak 25 orang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono karena mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.
Dari 25 orang yang diduga keracunan makanan, lanjut dia, tersisa 12 orang yang dirawat di RSUD Kertosono.
“Kemudian, 11 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik,’ ungkap Marhaen sesaat setelah menjenguk korban di RSUD Kertosono, Kamis (28/10/2021).
Kang Marhaen bersyukur, warganya yang sebelumnya diduga mengalami keracunan makanan, kini kondisinya berangsur membaik.
” Alhamdulillah sudah pada sembuh semua yang diduga keracunan makanan hajatan pernikahan, dan tinggal satu korban yang dirawat karena masuk ke RSUD Kertosono tadi pagi.
“Semoga warga tersebut segera sembuh setelah menjalani perawatan,” tutur Marhaen yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Marhaen mengaku jika yang dialami warganya adalah sebuah musibah, oleh karenanya pihaknya membebaskan biaya perawatan dan pengobatan seluruh korban yang diduga mengalami keracunan makanan hajatan.
Kang Marhaen juga menambahkan “Untuk para korban sendiri juga sudah menerima kalau apa yang dialaminya tersebut sebagai musibah sehingga juga telah memaafkan warga yang menggelar hajatan pernikahan tersebut”.
“Tetapi yang jelas karena Kabupaten Nganjuk masuk zona kuning dan level 1 PPKM maka warga telah diberikan kelonggaran untuk menggelar kegiatan hajatan pernikahan dengan tetap mematuhi Protokol kesehatan dan undangan dalam jumlah terbatas,” pungkas Marhaen yang juga Ketua Bamusi Jawa Timur
Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan Polres Nganjuk, dikatakan Jimmy Tana, setidaknya terdapat 51 warga yang diduga mengalami keracunan makanan hajatan pernikahan tersebut.
Dampak dari dugaan keracunan tersebut, para korban mengalami muntah, pusing, mual, dan diare. Dari 51 warga tersebut, sebanyak 16 warga sempat dirawat di RSUD Nganjuk, 4 orang dirawat di klinik PG Lestari Patianrowo, sebanyak 27 orang rawat jalan, dan 3 orang dinyatakan sembuh.
Keracunan massal diduga akibat makanan hajatan pernikahan di Kelurahan Banaran Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. (endyk/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










