Senin
05 Oktober 2026 | 9 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terima Curhat Modin, PDI Perjuangan Surabaya: Kami Perjuangkan Honor Naik

pdip-jatim-adi-sutarwijono-ketua-dprd

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menerima curhat dari kalangan modin dalam kegiatan reses DPRD Kota Surabaya, yang baru saja selesai. Mulai honor yang “stagnan” alias tidak naik hingga sarana dan prasarana.

Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan, para modin itu menyampaikan keluh-kesah mereka perihal honornya yang tidak mengalami kenaikan.

“Para modin yang ikut reses pada curhat, mengapa honor mereka tetap? Sementara yang lain sudah dinaikkan oleh Pemkot Surabaya,” kata Adi Sutarwijono, Kamis (28/10/2021).

Dikatakan, mereka berharap PDI Perjuagan menjadi saluran yang efektif, dalam memperjuangkan nasib para modin.

“Ada modin yang memberi ilustrasi. Kalau ada orang meninggal, tak pandang waktu, mereka akan diketok pintu oleh masyarakat. Terlebih, di masa pandemi Covid-19, luar biasa perjuangan mereka. PDI Perjuangan memberi apresiasi pada para modin, atas dedikasi dan pengabdian melayani masyarakat,” jelas lelaki yang menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Mereka menitipkan suara kepada kami untuk diperjuangkan agar honor mereka naik dalam pembahasan anggaran tahun 2022,” imbuhnya.

Modin di Kota Surabaya diperkirakan sejumlah 2.400-an orang. Selama ini, mereka mendapat honor Rp 400 ribu per bulan dari Pemkot Surabaya.

“Modin juga mempunyai peran-peran sosial lain, selain merawat jenasah. Di antaranya juga sebagai tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan. Ini suara dari para modin, kok honornya pancet. Yang lain sudah naik,” ujar Ridwan, tokoh masyarakat Tambak Sarioso.

Karena itu, Adi menyambut baik usulan Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, yang juga kader perempuan partai banteng moncong putih itu. Khusnul mengusulkan honor modin naik menjadi Rp 1 juta.

“PDI Perjuangan memberi respon yang serius untuk peningkatan kesejahteraan para modin di Kota Surabaya dengan cara kenaikan honor,” ujar Adi.

Selain soal kenaikan honor, sejumlah modin juga menitipkan sarana dan prasarana perawatan jenasah.

“Kami minta tolong diberi bantuan alat memandikan jenasah,” ujar Halimah, modin perempuan dari Buntaran. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Brau, Secangkir Susu dan Seekor Anak Sapi Menjadi Cerita tentang Ekonomi Kerakyatan

BATU – Biasanya doorprize festival berupa sepeda, peralatan elektronik, atau voucher belanja. Namun Festival Nyusu ...
HEADLINE

Fatmawati Trophy 2026, Jatim Bawa Kearifan Lokal ke Panggung Nasional

Jawa Timur menyiapkan Banyuwangi, Kota Batu dan Trenggalek untuk Fatmawati Trophy 2026. Tak hanya desain, cerita ...
SEMENTARA ITU...

Haornas di Trenggalek, Doding Ajak Warga Jalan Sehat Sambil Jaga Lingkungan

TRENGGALEK – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menjadi momentum ...
LEGISLATIF

Deni Dorong Pemprov Jatim Bangun Basis Data Pasar Tradisional untuk Tepatkan Intervensi

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Deni Wicaksono mendorong Pemprov Jatim menyusun ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Ingatkan Warga Surabaya Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Mobil atau Motor

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan warga agar tidak sembarangan meminjamkan Kartu Tanda ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Batu Pastikan Kelestarian Ekosistem, Proyek Wisata Sumberbrantas Bakal Dipanggil

MALANG – DPRD Kota Batu memastikan kelestarian ekosistem lingkungan menjadi perhatian utama dalam setiap ...