Sabtu
20 Juni 2026 | 2 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kurikulum 2013 Layak Dievaluasi

pdip-jatim-agatha-retnosari

SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari sepakat dengan evaluasi yang dilakukan pemerintah soal kurikulum 2013. Agatha mengatakan, pada saat melakukan reses 25 – 30 November 2014 lalu, dirinya mendapatkan banyak masukan dan keluhan dari guru swasta yang mengaku tidak mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Dinas Pendidikan di masing-masing kota/kabupaten.

Terkait dengan kurikulum 2013, Agatha minta ketegasan pemerintah untuk segera memutuskan. Jika seperti sekarang ini, dikhawatirkan guru dan wali murid akan bingung.

“Jika memang masih menggunakan atau memberikan kebebasan kepada sekolah apakah tetap menggunakan kurikulum 2013 atau 2006 bisa membuat bingung. Apalagi ini sudah semakin mendekati akhir tahun ajaran,” ujar Agatha, Kamis (11/12/2014).

Menurutnya, kurikulum 2013 bisa saja diterapkan, namun dengan catatan penerapannya dilakukan di kelas kecil dengan jumlah maksimal 20 – 25 siswa. Hal ini sangat penting, karena dalam kurikulum 2013, peran guru sangat penting, terutama dalam melakukan pengawasan terhadap proses dari siswa.

Kelas kecil seperti ini, tegas Agatha, sangat jarang ditemui di sekolah, karena sebagian besar sekolah di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya dalam satu kelas masih berkisar diatas 30 siswa.

“Jika tetap ingin menggunakan kurikulum 2013 pastikan dulu jumlah siswa per kelasnya. Karena keterbatasan guru, tidak mungkin bisa maksimal mengawasi semua proses yang dilakukan siswa,” cetus kader PDI Perjuangan ini.

Persoalan lain yang dihadapi para guru dan wali murid, adalah soal buku kurikulum 2013 yang sampai sekarang masih mengalami kendala dalam hal distribusi.

Dia juga berharap agar persoalan kurikulum 2013 tidak dibawa ke ranah politik, karena ini akan membuat situasi di dunia pendididikan menjadi tidak kondusif. Terlebih lagi, kabarnya Dinas Pendidikan Jawa Timur sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 213 miliar untuk kurikulum 2013.

“Langkah yang adil adalah Dinas Pendidikan mendengarkan keluhan dan aspirasi dari guru serta wali murid. Jika ingin membuat keputusan, jangan sampai merambah di ranah politik,” pungkasnya. (rad)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PAC Plaosan Magetan Gelar Aksi Peduli Pertiwi, Lepaskan Burung dan Ikan di Randu Gede

MAGETAN — PAC PDI Perjuangan Kecamatan Plaosan menggelar kegiatan Peduli Pertiwi di kawasan Randu Gede, Plaosan, ...
KRONIK

Soekarno Cup 2026 Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Voli Muda Blitar Raya

Turnamen Bola Voli Soekarno Cup 2026 di Kabupaten Blitar menjadi ajang menjaring bibit atlet muda berbakat dari ...
SEMENTARA ITU...

KONI Trenggalek Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi lewat Uprintis Futsal League 2026

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi berharap Uprintis Futsal League 2026 melahirkan bibit atlet berprestasi yang ...
KRONIK

Bupati Bangkalan: Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 Momentum Strategis

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah penutupan Munas Alim Ulama dan ...
KABAR CABANG

Ruang Ekspresi, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Banteng Musik Jalanan

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar Banteng Musik Jalanan dalam rangka Bulan Bung Karno 2026. ...
KRONIK

Kunjungi KKP, Bupati Fauzi Usulkan Pagerungan Kecil Jadi Kawasan Pengembangan Industri Perikanan

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan kunjungan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan ...