Jumat
25 September 2026 | 9 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kurikulum 2013 Layak Dievaluasi

pdip-jatim-agatha-retnosari

SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari sepakat dengan evaluasi yang dilakukan pemerintah soal kurikulum 2013. Agatha mengatakan, pada saat melakukan reses 25 – 30 November 2014 lalu, dirinya mendapatkan banyak masukan dan keluhan dari guru swasta yang mengaku tidak mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Dinas Pendidikan di masing-masing kota/kabupaten.

Terkait dengan kurikulum 2013, Agatha minta ketegasan pemerintah untuk segera memutuskan. Jika seperti sekarang ini, dikhawatirkan guru dan wali murid akan bingung.

“Jika memang masih menggunakan atau memberikan kebebasan kepada sekolah apakah tetap menggunakan kurikulum 2013 atau 2006 bisa membuat bingung. Apalagi ini sudah semakin mendekati akhir tahun ajaran,” ujar Agatha, Kamis (11/12/2014).

Menurutnya, kurikulum 2013 bisa saja diterapkan, namun dengan catatan penerapannya dilakukan di kelas kecil dengan jumlah maksimal 20 – 25 siswa. Hal ini sangat penting, karena dalam kurikulum 2013, peran guru sangat penting, terutama dalam melakukan pengawasan terhadap proses dari siswa.

Kelas kecil seperti ini, tegas Agatha, sangat jarang ditemui di sekolah, karena sebagian besar sekolah di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya dalam satu kelas masih berkisar diatas 30 siswa.

“Jika tetap ingin menggunakan kurikulum 2013 pastikan dulu jumlah siswa per kelasnya. Karena keterbatasan guru, tidak mungkin bisa maksimal mengawasi semua proses yang dilakukan siswa,” cetus kader PDI Perjuangan ini.

Persoalan lain yang dihadapi para guru dan wali murid, adalah soal buku kurikulum 2013 yang sampai sekarang masih mengalami kendala dalam hal distribusi.

Dia juga berharap agar persoalan kurikulum 2013 tidak dibawa ke ranah politik, karena ini akan membuat situasi di dunia pendididikan menjadi tidak kondusif. Terlebih lagi, kabarnya Dinas Pendidikan Jawa Timur sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 213 miliar untuk kurikulum 2013.

“Langkah yang adil adalah Dinas Pendidikan mendengarkan keluhan dan aspirasi dari guru serta wali murid. Jika ingin membuat keputusan, jangan sampai merambah di ranah politik,” pungkasnya. (rad)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...