Rabu
16 September 2026 | 12 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kukuhkan Bunda Paud, Nia Minta Dukungan Semua Pihak

PDIP-Jatim-Nia-Kurnia-Fauzi-19102021

SUMENEP – Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Nia Kurnia Fauzi, mengukuhkan pengurus Bunda Paud dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa, Selasa (19/10/2021). Pengukuhan dilaksanakan di Gedung TP PKK setempat. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Moh. Iksan, Kepala Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa, Moh. Ramli, dan Asisten Pemerintahan Setkab Sumenep, Agus Dwi Saputra.

Dalam sambutannya, Nia Kurnia Fauzi mengatakan, pendidikan anak usia dini merupakan prioritas pembangunan masa kini. Sebab, usia dini merupakan masa emas sekaligus periode kritis dalam tahap perkembangan manusia.

“Berdasarkan penelitian pakar, pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, bahkan sejak dari kandungan sangat menentukan kualitas kesehatan, intelegensi, dan kematangan emosional. Indikator tersebut sangat menentukan tinggi rendahnya produktivitas sumber daya manusia tahap berikutnya,” jelas Nia.

Selain itu, jelas istri Bupati Sumenep itu, pengembangan pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang sumber daya manusia Indonesia. Negara membutuhkan generasi-generasi bangsa yang berkualitas, cerdas, sehat, unggul dan berkarakter. Karena mereka yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dan cita-cita bangsa di masa mendatang.

“Kita patut bersyukur, karena hingga tahun 2020, jumlah partisipasi Paud di Kabupaten Sumenep mencapai 90,91 persen. Artinya, dari jumlah penduduk usia 5-6 tahun yang berjumlah sekitar 30.057 orang, sekitar 27.324 orang telah mengikuti pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Dengan begitu, dengan adanya kegiatan tersebut, Nia berharap kepada seluruh Bunda Paud, baik tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, untuk ikut membantu mengelola Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di wilayahnya. Hal itu agar pengelolaan Paud dapat dilakukan secara profesional dan terarah.

“Karena tidak jarang pendirian lembaga pendidikan hanya semata untuk mendapatkan kucuran dana bantuan dari pemerintah. Jika orientasinya hanya seperti itu, maka lembaga-lembaga pendidikan di Sumenep tidak akan pernah maju dan berkembang dengan baik,” tuturnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep itu, juga berharap dukungan, sinergitas, dan kekompakan semua pihak dalam memajukan lembaga Paud. Baik dukungan dari tokoh masyarakat, pendidik, wali siswa dan anggota masyarakat lainnya.

“Pemerintah daerah tanpa dukungan semua pihak, perkembangan Paud di Sumenep tidak akan berkembang dengan baik,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...