Selasa
02 Juni 2026 | 8 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ibu Silvia Mengeluh Dokumen Kependudukannya Ditahan Rumah Sakit, Ghoni: Kita Bantu untuk Mendapatkan Haknya

PDIP-Jatim-Ghoni-15102021

SURABAYA – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, menerima keluhan dari warga Maspati, Surabaya, Silvia Damayanti. Ditemani sang suami, Ibu satu anak ini mengadu ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya karena terlibat masalah tunggakan biaya pengobatan di RSIA Merr Kendangsari.

Menurut Silvia, dokumen kependudukan miliknya ditahan pihak RSIA Merr Kendangsari, lantaran ia belum mampu melunasi sisa pembayaran biaya persalinannya setahun silam.

“Sekitar bulan Agustus tahun lalu, karena kondisi emergency saya mau melahirkan, dan sebelumnya kita juga sudah disodori tanda tangan untuk biayanya sesuai dengan brosurnya sekitar 19 juta, tetapi saat pulang tagihannya membludak sekitar 28 juta,” tutur Silvia didampingi suaminya, Agung Cahyono Putro, di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya pada, Kamis (14/10/2021).

Sampai saat ini Silvia dan suami mencoba untuk mengangsur tagihan tersebut. Setelah dipotong uang muka Rp 4.000.000, jelas Silvia, dirinya membayar dengan cara mengansur. Saat ini, sisa tagihannya yang ditanggungnya sebesar Rp 15.000.000.

Karena tunggakan tersebut, KTP dan Surat keterangan kelahiran (SKL) masih ditahan oleh pihak rumah sakit. Akibatnya tutur Silvia, hingga saat ini, ia kesulitan untuk mengurus akta kelahiran.

“Saya kesulitan mengurus akte, karena KTP dan SKL ditahan pihak Rumah Sakit karena tidak bisa melunasi,” keluh Silvia.

Atas persoalan ini, Ghoni, sapaan akrab Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, menegaskan, PDI Perjuangan yang merupakan Partai Wong Cilik siap membantu setiap kesulitan yang menimpa warga Surabaya.

“Sebagai warga surabaya dan warga yang tergolong kurang beruntung secara ekonomi, ibu Silvia ini harus mendapatkan haknya. Kita akan kirim surat ke wali kota, kadinkes, dan pihak rumah sakit,” ujarnya.

Alumni PMII Surabaya ini berharap agar kejadian-kejadian penahanan berkas pribadi seperti yang dialami ibu Silvia ini tidak terulang lagi di Kora Pahlawan ini.

“Karena yang bersangkutan adalah masyarakat berpenghasilan di bawah rendah, karena sang suami bekerja sebagai sopir. Saya berhadap tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini,” tutup Ghoni. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Jemaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Butuh Rumah Singgah, Bisa ke Kantor DPC PDIP Gresik

GRESIK – Menjelang puncak pelaksanaan Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf tahun 2026, semangat gotong royong dan ...
KABAR CABANG

Peringatan Harlah Pancasila, DPC Tulungagung Ajak Kader Bumikan Pemikiran Bung Karno

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Desa ...
LEGISLATIF

Nila Yani Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual dan Budaya

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif menyusun roadmap pengembangan ...
LEGISLATIF

Harga Telur Terjun Bebas, Komisi B DPRD Jatim Dorong Langkah Penyelamatan Peternak

DPRD Jawa Timur berencana memanggil dinas terkait menyusul anjloknya harga telur di tingkat peternak. Komisi B ...
KRONIK

DPRD Jatim Dukung Jadwal WFH Jumat, Yordan: Produktivitas Tetap Jadi Catatan

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jatim, Yordan M Batara Goa, menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KRONIK

Hari Lahir Pancasila, Bupati Lukman Luncurkan Program Satu Desa Satu Sarjana

BANGKALAN – Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Bupati Bangkalan,  Lukman Hakim, meluncurkan ...