Selasa
20 Oktober 2026 | 5 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Calon Pemimpin 2045, Wabup Gresik: Bibit Unggul Harus Disiapkan Sekarang

pdip-jatim-211010-aminatun-habibah-seminar

GRESIK – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyebut, generasi emas atau bibit unggul harus disiapkan mulai sekarang dalam menghadapi tahun 2045 mendatang.

Hal itu disampaikan Bu Min saat menghadiri seminar pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan di era pandemi yang digelar Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA), Sabtu (9/10/2021).

Bu Min menyebutkan, bahwa aset kedepan berada di tahun 2045, pada saat itu Indonesia mendapatkan keuntungan bonus demografi. Generasi emas tersebut pada dasarnya menjadi bibit unggul, dan sudah ada mulai dari sekarang.

“Anak-anak di masa sekarang maupun yang baru lahir tahun ini berada di sekeliling kita, merekalah yang akan memimpin bangsa ini di tahun 2045 kelak,” kata Aminatun Habibah.

Disebutkan, pada tahun 2045 pekerja di Indonesia berjumlah lebih banyak dari pada negara lain. Angkatan kerja dengan usia produktif 18-58 tahun jumlahnya akan lebih banyak dari manula dan anak-anak.

“Ini sangat menguntungkan kita di masa mendatang. Makanya persiapan harus dilakukan mulai sekarang,” ungkap wakil bupati dari PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, anak-anak di Kabupaten Gresik wajib mendapat pengawasan dan perlindungan. Pihaknya sangat berterima kasih kepada Nurul Haromaini, istri Bupati Gresik, sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik dan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Pelindungan Anak (KBPPPA) Saifuddin Ghozali karena selalu mensupport kegiatan GOW.

Dalam kegiatan seminar tersebut, turut hadir narasumber Tis’at Afriyandi dari Surabaya Children Crisis Centre. Tis’at memberikan edukasi kepada para orang tua agar tetap mengawasi anak dengan sesuai dan benar.

Dia menyebut, tingginya gelombang kesenjangan ekonomi di masa pandemi menyebabkan hilangnya mata pencarian dan susahnya perekonomian yang berdampak pada meningkatnya beban keluarga yang berpotensi memicu kekerasan dalam rumah tangga, apalagi pada anak.

Tis’at Afriyadi mengajak para orang tua yang sudah mempunyai banyak pengalaman luar biasa tentang anak, untuk menyelamatkan anak-anak. Meski jumlah anak-anak hanya 30% dari penduduk Indonesia.

“Mereka adalah 100% dari masa depan bangsa dan negara, masa depan bangsa dan negara tergantung dengan mereka,” pungkasnya. (mus/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...