Jumat
05 Juni 2026 | 8 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sawahnya Diganggu Tikus, Petani di Gresik Mengadu ke Bupati

pdip-jatim-bupati-gresik-300921-fandi-akhmad-yani-a1

GRESIK – Hama tikus masih menjadi momok bagi para petani di wilayah Kabupaten Gresik. Seperti di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan misalnya. Para petani pun mengadukan persoalan ini kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

As’ad, petani desa setempat mengaku, selama ini banyak petani yang masih menggunakan setrum untuk menghalau tikus masuk lahan pertanian. Meski, para petani menyadari penggunaan setrum mempunyai resiko cukup besar yang menyebabkan korban jiwa karena tersengat listrik. 

“Kami berharap pak bupati memberikan solusi supaya petani tidak resah lagi,” kata petani berusia 50 tahun tersebut.

Mendapat keluhan tersebut, Bupati Gus Yani mengatakan jika sudah menyiapkan alternatif sebagai pengusir hama tikus. Yakni, mendirikan rumah burung hantu (rubuha).

“Selain berfungsi mengusir tikus, juga menyeimbangkan ekosistem yang ada,” ujar Gus Yani disela kunjungan kerja dalam program Sapa Petani di Desa Gredek, Rabu (29/9/2021).

Bupati diusung PDI Perjuangan ini memberikan alternatif lain dengan menciptakan alat pengusir tikus yang mengeluarkan suara ultrasonik. Namun, alat ini masih perlu diuji coba untuk mengetahui efektivitasnya.

“Misalnya kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonic yang dapat mengusir hama tikus tersebut,” imbuhnya.

Bupati milenial itu juga menyinggung pengairan di wilayah setempat. Menurutnya, embung penampung air perlu dinormalisasi karena sudah mengalami pendangkalan.

“Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat agar normalisasi embung dapat sesegera dilakukan. Supaya petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua dan ketiga,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar mengaku terus berkomitmen dan konsisten dalam mengawal kepentingan para petani di wilayahnya.

Salah satunya dengan membangun infrastruktur pemenuhan air untuk menekan biaya pertanian. Karena saat musim kemarau seperti ini petani harus membeli air untuk mencukupi kebutuhan pertanian.

“Tadi sudah kami sampaikan juga kepada pak bupati,” kata Ghofar sapaan akrabnya.

Sedangkan diwilayah desanya terdapat 3 waduk. Namun, belum bisa mensuport kebutuhan para petani. Karena waduk tersebut kurang diperhatikan.

“Kami terus berjuang bagaimana keberadaan 3 waduk bisa men-support aktivitas para petani dalam peyediaan air,” imbuh Ghofar. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...
SEMENTARA ITU...

Di Depan Rumah Itu, Sholikah Menitipkan Harapan Baru untuk Tiga Cucunya

Kisah haru Sholikah, warga Kandat, Kediri, yang mengasuh tiga cucu dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan rombong ...
HEADLINE

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan ...
LEGISLATIF

Plt Ketua DPRD Magetan Hadiri Musyawarah Agama 10 Kabupaten: Momentum Perkuat Ekonomi dan Syiar Islam

MAGETAN – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, H. Suyatno SSos, menghadiri acara Pengajian Akbar ...