Sabtu
31 Oktober 2026 | 8 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sawahnya Diganggu Tikus, Petani di Gresik Mengadu ke Bupati

pdip-jatim-bupati-gresik-300921-fandi-akhmad-yani-a1

GRESIK – Hama tikus masih menjadi momok bagi para petani di wilayah Kabupaten Gresik. Seperti di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan misalnya. Para petani pun mengadukan persoalan ini kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

As’ad, petani desa setempat mengaku, selama ini banyak petani yang masih menggunakan setrum untuk menghalau tikus masuk lahan pertanian. Meski, para petani menyadari penggunaan setrum mempunyai resiko cukup besar yang menyebabkan korban jiwa karena tersengat listrik. 

“Kami berharap pak bupati memberikan solusi supaya petani tidak resah lagi,” kata petani berusia 50 tahun tersebut.

Mendapat keluhan tersebut, Bupati Gus Yani mengatakan jika sudah menyiapkan alternatif sebagai pengusir hama tikus. Yakni, mendirikan rumah burung hantu (rubuha).

“Selain berfungsi mengusir tikus, juga menyeimbangkan ekosistem yang ada,” ujar Gus Yani disela kunjungan kerja dalam program Sapa Petani di Desa Gredek, Rabu (29/9/2021).

Bupati diusung PDI Perjuangan ini memberikan alternatif lain dengan menciptakan alat pengusir tikus yang mengeluarkan suara ultrasonik. Namun, alat ini masih perlu diuji coba untuk mengetahui efektivitasnya.

“Misalnya kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonic yang dapat mengusir hama tikus tersebut,” imbuhnya.

Bupati milenial itu juga menyinggung pengairan di wilayah setempat. Menurutnya, embung penampung air perlu dinormalisasi karena sudah mengalami pendangkalan.

“Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat agar normalisasi embung dapat sesegera dilakukan. Supaya petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua dan ketiga,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar mengaku terus berkomitmen dan konsisten dalam mengawal kepentingan para petani di wilayahnya.

Salah satunya dengan membangun infrastruktur pemenuhan air untuk menekan biaya pertanian. Karena saat musim kemarau seperti ini petani harus membeli air untuk mencukupi kebutuhan pertanian.

“Tadi sudah kami sampaikan juga kepada pak bupati,” kata Ghofar sapaan akrabnya.

Sedangkan diwilayah desanya terdapat 3 waduk. Namun, belum bisa mensuport kebutuhan para petani. Karena waduk tersebut kurang diperhatikan.

“Kami terus berjuang bagaimana keberadaan 3 waduk bisa men-support aktivitas para petani dalam peyediaan air,” imbuh Ghofar. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...