Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkab Kediri Ancang-ancang Uji Coba PTM

pdip-jatim-mas-bup-kediri-dhito-180621

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri merencanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 14 September.

“Insya Allah tanggal 14 sudah ada beberapa titik yang akan mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Untuk persiapannya, hari Minggu (12/9/2021) kita rapatkan lagi,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Sabtu (11/9/2021).

Kabupaten Kediri sekarang berada di level 2 PPKM sehingga boleh melakukan uji coba PTM secara langsung. Syarat utama yang harus dilaksanakan yakni pelajar harus sudah tervaksinasi.

Pemerintah Kabupaten Kediri sendiri sudah melaksanakan vaksinasi bagi para pelajar.

“Dosis vaksin bagi pelajar sudah siap, jenisnya Sinovac. Karena vaksin Sinovac yang telah mendapat izin untuk vaksinasi anak di usia 12 tahun,” jelas kader PDI Perjuangan yang akrab disapa Mas Bup ini.

Menurutnya, penyerapan vaksin bagi pelajar sudah mencapai sekitar 20 persen. Dalam waktu waktu 2 minggu ini, pihaknya bakal menggenjot vaksinasi bagi para pelajar.

Sementara untuk guru pengajar sudah dilakukan vaksin secara menyeluruh. “Kalau kemarin kita menyediakan, kalau secara vial hampir 4 ribu,” beber Mas Bup.

Sekedar diketahui, kasus akibat pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Kediri saat ini cenderung mengalami grafik penurunan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko kepada wartawan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMPN 1 Ngasem membeberkan, untuk tahapan uji coba PTM langsung akan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sesuai prosedur pelaksanaan dari kementerian pendidikan.

Siswa yang boleh datang maksimal hanya 30 persen dari jumlah keseluruhan dalam satu kelas sehingga prosesnya masih sangat terbatas.

Beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh daerah jika akan menyelenggarakan PTM antara lain, tenaga pengajar dan staf sekolah harus sudah tervaksin, pun pelajar sudah tervaksin.

Selain itu, saat proses pembelajaran wajib menggunakan masker, memakai faceshield, menjaga jarak dan tidak boleh berkerumun serta durasi pembelajaran tidak boleh melebihi empat jam.

“Kita simulasikan nanti setiap hari yang masuk hanya 30 persen dari jumlah siswa keseluruhan untuk SD dan SMP. Pelaksanaannya nanti sambil kita koordinasikan bersama. Kita berdoa, mudah-mudahan setelah ini tidak diperpanjang lagi dan wilayah kita diturunkan di level 2,” ujarnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...