Kamis
08 Oktober 2026 | 2 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkab Kediri Ancang-ancang Uji Coba PTM

pdip-jatim-mas-bup-kediri-dhito-180621

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri merencanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 14 September.

“Insya Allah tanggal 14 sudah ada beberapa titik yang akan mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Untuk persiapannya, hari Minggu (12/9/2021) kita rapatkan lagi,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Sabtu (11/9/2021).

Kabupaten Kediri sekarang berada di level 2 PPKM sehingga boleh melakukan uji coba PTM secara langsung. Syarat utama yang harus dilaksanakan yakni pelajar harus sudah tervaksinasi.

Pemerintah Kabupaten Kediri sendiri sudah melaksanakan vaksinasi bagi para pelajar.

“Dosis vaksin bagi pelajar sudah siap, jenisnya Sinovac. Karena vaksin Sinovac yang telah mendapat izin untuk vaksinasi anak di usia 12 tahun,” jelas kader PDI Perjuangan yang akrab disapa Mas Bup ini.

Menurutnya, penyerapan vaksin bagi pelajar sudah mencapai sekitar 20 persen. Dalam waktu waktu 2 minggu ini, pihaknya bakal menggenjot vaksinasi bagi para pelajar.

Sementara untuk guru pengajar sudah dilakukan vaksin secara menyeluruh. “Kalau kemarin kita menyediakan, kalau secara vial hampir 4 ribu,” beber Mas Bup.

Sekedar diketahui, kasus akibat pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Kediri saat ini cenderung mengalami grafik penurunan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko kepada wartawan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMPN 1 Ngasem membeberkan, untuk tahapan uji coba PTM langsung akan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sesuai prosedur pelaksanaan dari kementerian pendidikan.

Siswa yang boleh datang maksimal hanya 30 persen dari jumlah keseluruhan dalam satu kelas sehingga prosesnya masih sangat terbatas.

Beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh daerah jika akan menyelenggarakan PTM antara lain, tenaga pengajar dan staf sekolah harus sudah tervaksin, pun pelajar sudah tervaksin.

Selain itu, saat proses pembelajaran wajib menggunakan masker, memakai faceshield, menjaga jarak dan tidak boleh berkerumun serta durasi pembelajaran tidak boleh melebihi empat jam.

“Kita simulasikan nanti setiap hari yang masuk hanya 30 persen dari jumlah siswa keseluruhan untuk SD dan SMP. Pelaksanaannya nanti sambil kita koordinasikan bersama. Kita berdoa, mudah-mudahan setelah ini tidak diperpanjang lagi dan wilayah kita diturunkan di level 2,” ujarnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...