TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo memastikan pembangunan tahap awal RSUD Campurdarat akan selesai tahun ini dan sudah beroperasional pada tahun 2022 mendatang.
“Sesuai jadwal pengerjaannya sampai sekitar akhir November 2021 sudah selesai dan bisa juga langsung dioperasionalkan,” kata Maryoto, ] saat sidak pembangunan infrastruktur di lokasi pembangunan RSUD Campurdarat, Kamis (26/8/2021).
Menurut dia, untuk tahap awal pembangunan RSUD Campurdarat sudah dianggarkan Rp 21 miliar. Sedang pada tahap dua direncanakan penambahan dana pembangunan sejumlah Rp 56 miliar.
Kader PDI Perjuangan ini pun memastikan semua fasilitas penunjang agar RSUD Campurdarat menjadi rumah sakit tipe D bakal dipenuhi. Apalagi rumah sakit tersebut bakal menjadi rumah sakit penunjang di wilayah selatan Tulungagung.
“RSUD Campurdarat akan melayani warga sekitar wilayah Kecamatan Campurdarat, sebagian Boyolangu, Pakel, Tanggunggunung, Besuki dan Bandung. Bahkan bisa juga warga luar daerah seperti warga Watulimo, Prigi Kabupaten Trenggalek,” paparnya.
Dia menandaskan, pembangunan RSUD Campurdarat sudah diperhitungkan berdasar topografi dan geografis. Termasuk keberadaan RSUD dr Iskak Tulungagung yang sudah menjadi rumah sakit rujukan di Jawa Timur.
“Karena RSUD dr Iskak sudah sering kali penuh untuk melayani warga di enam sampai delapan kabupaten/kota, maka perlu dibangun rumah sakit penyangga. Kabupaten Blitar saja sudah punya. Tulungagung juga harus punya. Kecamatan Campurdarat dipilih karena berada di posisi silang tengah Kabupaten Tulungagung,” terang dia.
Rencananya, RSUD Campurdarat akan berdiri dengan tiga lantai. Tahun 2021 ini bangunan yang terselesaikan hanya satu lantai.
Sementara itu, keberadaan Puskesmas Campurdarat yang saat ini sudah berkembang menjadi RSUD Campurdarat, operasionalnya sudah dipindah dan menempati gedung baru. Yakni, di Puskesmas Wates. (atu/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













