SURABAYA – Pengrusakan terhadap baliho sejumlah tokoh PDI Perjuangan di beberapa wilayah di Jawa Timur ditanggapi serius oleh ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi. Ia mengajak seluruh struktural cabang di 38 kabupaten/kota untuk memperketat penjagaan kantor-kantor partai di wilayahnya masing-masing.
“Vandalisme terhadap PDI Perjuangan terakhir terjadi di Pacitan, tapi juga kemarin ada atribut ketua DPP yang di depan kantor Partai juga dirusak, maka kemudian kita juga menyampaikan supaya kantor-kantor Partai itu dijaga dengan baik,” ujar Kusnadi di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Jalan Kendangsari Industri, Kota Surabaya, Selasa (23/8/2021).
Ketua DPRD Jatim ini juga menegaskan, segala bentuk vandalisme adalah perbuatan melanggar hukum, dan pihaknya menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas para pelaku tersebut.
“Apabila ada hal-hal demikian itu, kita menyerahkan itu semua kepada aparat penegak hukum, maka kemarin kita sudah kordinasi melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian dan sekarang dalam proses pencarian pelaku,” terang Kusnadi.
Bahkan ia meminta agar siapapun pelakunya untuk dihukum sesuai dengqn ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Harapan kita nanti kalau sudah ketemu pelakunya akan diproses sesuai dengan hukum yang ada,” harap Kusnadi.
Dikethaui, vandalisme terhadap baliho dan banner tokoh-tokoh PDI Perjuangan terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur. Di antaranya di Kota Surabaya dengan total ada 8 titik lokasi baliho yang dicoret, yakni di Jalan Wiratno, Jalan Karang Asem, Jalan Mulyosari, Jalan Kalisari, 2 baliho di Jalan Ir. Soekarno, Jalan Ngagel dan Jalan Kenjeran, kemudian terakhir di Pacitan.
Vandalisme dilakukan dengan mencoret-coret baliho Puan Maharani dengan cat minyak, sebagian bahkan ditulisi dengan kata-kata kotor. (Arul/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













