Jumat
04 September 2026 | 2 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wadul ke Legislator Banteng Banyuwangi, Ratusan Pokdarwis Minta Destinasi Wisata Dibuka

PDIP-Jatim-Patemo-09082021

BANYUWANGI – Ratusan pengelola wisata yang tergabung dalam Asosiasi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan nasib 5.500 karyawan wisata dan 500 UMKM yang terdampak kebijakan PPKM.

Para Pokdarwis tersebut menyampaikan keluhannya pada anggota Komisi I DPRD Banyuwangi, Patemo dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu (8/8/2021).

Menurut Patemo sejak pemberlakuan PPKM Darurat pada 3 Juli 2021 lalu, Pemkab Banyuwangi telah mengambil kebijakan untuk menutup seluruh destinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur. Hal tersebut membuat para pelaku usaha wisata meradang akibat mata pencahariannya yang tidak dapat beroperasi.

“Meraka mengeluhkan kebijakan PPKM yang menutup tempat wisata, hingga membuat mata pencaharian mereka terganggu. Rata-rata mereka memang sangat bergantung dengan aktivitas pariwisata,” kata Patemo.

Sementara itu, Abdul Aziz, Ketua Pokdarwis Kabupaten Banyuwangi, mengatakan sejak diberlakukannya PPKM geliat ekonomi wisata dan UMKM sekitarnya mati seketika. Masyarakat sekitar wisata tidak lagi bisa berjualan dan beberapa pelaku wisata terpaksa gulung tikar dan beralih ke profesi lain akibat ditutupnya tempat wisata.

“Di Banyuwangi ada 170 destinasi wisata. Di dalamnya ada sekitar 5.500 pelaku dan 560 UMKM. Saat ini kami kebingungan karena wisata ditutup dan butuh solusi agar perekonomian masyarakat yang bergerak di sektor wisata ini bisa terus berjalan,” ujarnya.

Azis menambahkan penutupan wisata yang berkepanjangan ini menyebabkan pengelola wisata mengalami kesulitan biaya operasional perawatan yang rutin harus dikeluarkan. Agar tidak terjadi kematian wisata dan kerusakan fasilitas karena tidak terawat, pihaknya terpaksa meminta DPRD Banyuwangi untuk menggelar audiensi.

 “Kami mewakili teman-teman pokdarwis lainnya ingin destinasi wisata dibuka. Kami siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk mewajibkan anggota pokdarwis kami harus divaksin sebagai syarat untuk membuka usaha pariwisata,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Patemo berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi keluhan dari para anggota Pokdarwis. Dirinya menyadari, jika dampak pandemi Covid-19 saat ini sangat membebani seluruh masyarakat, tak terkecuali yang bergerak di bidang pariwisata, apalagi Banyuwangi merupakan salah satu sentra pariwisata di wilayah Jawa Timur.

Patemo juga meminta sebelum adanya aturan resmi yang memperolehkan untuk membuka tempat wisata, para anggota Pokdarwis diharap tetap mematuhi aturan dan tidak bertindak di luar koordinasi.

“Kami dapat memahami apa yang menjadi keinginan Asosiasi Pokdarwis ini. Keluhan mereka coba akan kami koordinasikan dengan Pemkab dan dinas terkait. Harapannya, ada kebijakan yang sesuai dengan keinginan teman-teman pelaku wisata,” pungkas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...