Jumat
19 Juni 2026 | 3 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Surabaya Gelar Doa Lintas Agama

pdip-jatim-kudatuli-dpc-sby-280721-3

SURABAYA – PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar doa virtual bersama lintas agama, mengenang kerusuhan 27 Juli 1996 atau disingkat “Kudatuli”, Rabu (28/7/2021).

Peristiwa Kudatuli ini ditandai pernyebuan kantor DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri di Jalan Diponegoro Jakarta, 25 tahun silam.

Penyerbuan dilakukan oleh pendukung PDI Soerjadi, yang diback up aparat keamanan saat itu. Suatu peristiwa kekerasan yang brutal, yang hingga kini tercatat sebagai pelanggaran HAM yang kelam, dan belum terang-benderang terungkap.

Baca juga: Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Tabur Bunga di Jalan Diponegoro 58

“Banyak korban tewas dan luka-luka. Kita malam ini mendoakan untuk para korban, untuk para pejuang partai, para pengabdi partai, yang telah gugur mendahului kita,” ucap Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, dalam sambutan acara doa bersama.

Jika di Jakarta meletus tanggal 27 Juli 1996, lanjut Adi, di Kota Surabaya terjadi peristiwa 28 Juli, esok harinya.

“Kerusuhan 27 Juli 1996, saat itu memicu reaksi keras di berbagai daerah. Esok harinya, 28 Juli, pendukung setia PDI Pro-Mega berkumpul di Kebun Binatang Surabaya. Melakukan demonstrasi, long march, melalui Jalan Diponegoro. Aksi unjuk rasa itu diobrak-abrik aparat keamanan,” ujar Adi.

Hadir dalam doa virtual itu Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, para pengurus PDI Perjuangan, kader, anggota dan simpatisan PDI Perjuangan.

Doa virtual dipimpin oleh KH. M. Qodi Syafi’i Al-Hasby (ulama Islam), Pinandita I Wayan Suraba (Hindu),  Romo Sarikan Nyana Abhaya (Budha), Pendeta Liem Tiong Yang (Khonghucu), Pendeta Simon Filantropha, Pastor Timotheus Siga (Katolik).

“Telah 25 tahun peristiwa itu berlangsung. Kita memperingati setiap tahun sebagai pewarisan sejarah kepada generasi muda,” kata Armuji.

“Agar semua pengurus PDI Perjuangan, kader, anggota dan simpatisan selalu ingat, bahwa PDI Perjuangan didirikan dengan darah, keringat dan air mata. Bahkan  pengorbanan harta dan nyawa. Banyak korban berjatuhan akibat peristiwa itu,” lanjut dia.

Kini, di era pandemi Covid-19, di tengah pemberlakuan PPKM Darurat, peringatan peristiwa 27 Juli 1996 dilakukan secara virtual.

“Sejak pandemi Covid-19 melanda, seluruh kader-kader PDI Perjuangan di Kota Surabaya bekerja keras membantu pemerintah sekaligus meringankan beban penderitaan rakyat,” lanjut Adi Sutarwijono.

“Kita terus memperkuat kerja-kerja gotong royong. Kita perkuat Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji dalam upaya keras menangani pandemi Covid-19,” pungkas politisi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kabar Duka: Dokter Relawan Itu Berpulang

SIDOARJO – Keluarga besar PDI Perjuangan diselimuti duka mendalam atas berpulangnya dokter Rismala Fitria Dewi pada ...
SEMENTARA ITU...

Saat Ribuan Warga Berkumpul di Pantai Serang, Merawat Tradisi dan Menjaga Harapan

Ribuan warga memadati Pantai Serang, Blitar, untuk mengikuti tradisi Larung Sesaji menyambut 1 Suro. Tradisi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Kecamatan dan Kelurahan Kawal Sensus Ekonomi 2026

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak kecamatan dan kelurahan mengawal Sensus Ekonomi 2026 agar ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Cari Solusi Agar PPPK Tak Terdampak Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta Pemkab mengoptimalkan PAD untuk mengantisipasi dampak kebijakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...
LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...